Radarnews.co, PEKANBARU – Riau kedatangan tamu penting. Pagi ini, Senin (28/7/2025), Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, melakukan kunjungan kerja ke Bumi Lancang Kuning. Dalam agenda perdananya tersebut, Wapres Gibran meninjau langsung proses penyaluran Bantuan Subsidi Upah (BSU) di Kantor Pos Indonesia, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Pekanbaru.
Gibran tiba di Lanud Roesmin Nurjadin sekitar pukul 09.00 WIB dan disambut oleh Gubernur Riau Abdul Wahid beserta Menteri Ketenagakerjaan, Prof. Yassierli. Tanpa jeda panjang, rombongan Wapres langsung melanjutkan perjalanan ke lokasi penyaluran bantuan. Kunjungan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam memastikan distribusi program bantuan sosial tepat sasaran dan berjalan lancar di lapangan.
Di Kantor Pos Pekanbaru, Gibran menyaksikan langsung proses pencairan BSU kepada para pekerja yang terdampak tekanan ekonomi. Dalam kesempatan tersebut, ia turut berdialog dengan para penerima manfaat dan menyampaikan harapan agar bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kebutuhan mendesak rumah tangga.
“Kami berharap bantuan ini bisa digunakan sebaik mungkin, terutama untuk kebutuhan keluarga dan pendidikan anak. Nilainya memang tidak besar, tapi kami ingin ini menjadi dorongan kecil untuk membantu masyarakat di tengah situasi ekonomi yang belum stabil,” ujar Gibran.
Penyaluran BSU ini ditujukan kepada para pekerja sektor informal dan buruh berpenghasilan rendah yang terdampak fluktuasi harga barang kebutuhan pokok. Pemerintah menyalurkan bantuan sebesar Rp600 ribu untuk dua bulan sekaligus, sebagai bentuk perlindungan sosial yang inklusif dan menyentuh langsung masyarakat bawah.
Suasana di lokasi penyaluran tampak ramai namun tertib. Sejumlah warga tampak antusias menunggu giliran pencairan bantuan. Salah satunya, Kimae Duha, warga Kelurahan Kulim, Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru. Ia mengaku sudah dua kali menerima BSU dari pemerintah.
“Saya senang sekali, apalagi bantuan ini sangat bermanfaat buat kebutuhan anak sekolah. Cairnya di kantor pos, prosesnya mudah, dan yang paling penting tidak ada potongan sama sekali. Saya terima Rp600 ribu untuk dua bulan,” tutur Kimae dengan nada penuh syukur.
Kimae menambahkan bahwa bantuan seperti ini menjadi penyemangat tersendiri bagi para orang tua yang tengah berjuang membiayai pendidikan anak-anak mereka. Ia berharap agar pemerintah dapat mempertimbangkan program ini untuk dilanjutkan secara rutin.
“Kalau bisa bantuan seperti ini diberikan tiap bulan. Sangat membantu kami yang pendapatannya tidak tetap,” ucapnya.
Usai meninjau penyaluran BSU, Wapres Gibran beserta rombongan melanjutkan agenda kunjungan kerja ke wilayah Rumbai. Di sana, ia dijadwalkan mengunjungi Sekolah Rakyat, sebuah lembaga pendidikan nonformal yang fokus pada pelayanan pendidikan anak-anak dari keluarga prasejahtera.
Agenda kunjungan kerja Wapres Gibran ke Riau kali ini mendapat perhatian publik, terutama karena fokusnya pada isu-isu kesejahteraan rakyat dan pendidikan akar rumput. Sejak dilantik sebagai Wakil Presiden, Gibran memang kerap melakukan blusukan ke berbagai daerah untuk meninjau langsung pelaksanaan program-program pemerintah.
Dalam pernyataan singkatnya kepada wartawan usai kegiatan di Kantor Pos, Gibran menegaskan bahwa pemerintah akan terus mengevaluasi efektivitas penyaluran bantuan dan mencari cara agar program serupa dapat menjangkau lebih banyak penerima manfaat.
“Kita ingin memastikan bahwa setiap bantuan pemerintah benar-benar sampai ke tangan yang membutuhkan, tanpa potongan, tanpa pungutan, dan tanpa prosedur yang menyulitkan. Transparansi dan efisiensi adalah hal utama,” ungkapnya.
Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan Prof. Yassierli menambahkan bahwa hingga pertengahan tahun 2025, program BSU telah disalurkan ke lebih dari 4 juta pekerja di seluruh Indonesia. Penyaluran melalui Kantor Pos dinilai efektif karena menjangkau daerah-daerah yang belum terhubung dengan layanan perbankan secara menyeluruh.
Gubernur Riau Abdul Wahid turut mengapresiasi kunjungan Wapres dan menyampaikan bahwa dukungan pemerintah pusat terhadap pekerja informal sangat dibutuhkan di provinsi yang masih menghadapi tantangan ekonomi pasca-pandemi.
“Kami di daerah tentu senang dengan perhatian pemerintah pusat. Kunjungan ini jadi bukti nyata bahwa masyarakat Riau tidak dilupakan,” kata Wahid.
Kunjungan Gibran ke Riau diperkirakan akan berlanjut dengan agenda lainnya dalam satu hingga dua hari ke depan, mencakup pertemuan dengan pelaku UMKM dan meninjau fasilitas pendidikan di wilayah pesisir.*