WHO Desak Indonesia Gunakan Pedoman Baru

virus corona

JAKARTA – Seiring dengan tingginya angka kematian pasien yang diawasi (PDP) dan orang yang diamati (ODP), Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendesak Indonesia melakukan tes polymerase chain reaction (PCR) pada orang yang dicurigai terinfeksi virus corona atau orang tanpa gejala (OTG).

Kendati demikian, WHO mengakui bahwa Indonesia telah meningkatkan kapasitas pengujian virus secara signifikan. Hanya saja, Indonesia menggunakan pedoman WHO yang lama untuk tes PCR dilakukan oleh orang yang diketahui telah terinfeksi corona.

Baca Juga: Sanksi Pelanggar Protokol Kesehatan Sedang Disiapkan

Sebulan yang lalu WHO merevisi pedoman laporan kematian pasien Covid-19. Dalam pedoman barunya, WHO memasukkan kematian pasien yang kemungkinan dan yang dikonfirmasi terinfeksi virus corona ke dalam kategori kematian akibat corona.

“Indonesia memiliki angka kematian secara substansial tinggi pada pasien PDP dan ODP. Oleh karena itu, tes PCR harus diprioritaskan untuk diagnosis kasus PDP dan ODP daripada untuk tes lanjutan pada pasien yang hendak dipulangkan,” kata WHO dalam laporan terbarunya untuk Indonesia seperti mengutip Strait Times, Senin (13/7)

Baca Juga: WHO Minta Arab Saudi Tunda Ibadah Haji Tahun Ini

WHO juga mengatur, terkait pasien yang dirawat tidak perlu lagi melakukan dua kali tes PCR secara berturut-turut hingga hasilnya dinyatakan negatif, seperti persyaratan sebelumnya.

“Jika diadopsi di seluruh negeri, prioritas tes PCR berarti meningkatkan diagnosis dugaan kasus Covid-19,” ujar WHO.(der/fin)

tag: kesehatan dunia