Waspadai Tahapan Pencalonan Kepala Daerah

Pilkada

JAKARTA – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) mengungkapkan, terdapat beberapa kerawanan dalam tahap pencalonan Pilkada Serentak 2020. Bawaslu mulai melakukan pengawasan melekat dan menindaklanjuti sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Anggota Bawaslu RI, Mochammad Afifuddin menyebut kerawanan tahap pencalonan dari partai politik (parpol) tersebut di antaranya: parpol mendaftarkan lebih dari satu pasangan calon (paslon), berkas pencalonan dan syarat calon tidak lengkap, tidak transparan serta akuntabel dalam verifikasi syarat, dualisme kepengurusan parpol, dan tidak menindaklanjuti masukan dan tanggapan masyarakat.

“Pendaftaran dilakukan pada akhir waktu pendaftaran juga menjadi persoalan yang biasa terjadi. Ini menjadi pekerjaan yang tidak mudah di tengah waktu yang mepet,” kata Afif di Jakarta, Rabu (2/9).

Baca Juga : Pilkada Serentak 2020, Masker Kandidat Disorot

Koordinator Divisi Pengawasan dan Sosialisasi Bawaslu ini meminta penyelenggara Pilkada Serentak 2020 untuk mewaspadai modus operandi yang dilakukan oleh oknum parpol.

“Ada yang sengaja mendaftar jelang masa pendaftaran berakhir. Seperti yang pernah terjadi di Surabaya dan Pacitan. Ketika itu terdapat beberapa paslon mendaftar. Namun saat mendekati penutupan pendaftaran namanya hilang dari daftar. Ini akal-akalan supaya hanya ada calon tunggal di tempat tersebut. Ini patut diwaspadai agar persoalan serupa tidak terjadi lagi. Penyelenggara pemilu harus bersiap menghadapi segala macam kemungkinan yang akan terjadi,” paparnya.

Selain itu, Afif meminta kepada seluruh jajaran Bawaslu untuk setiap saat melakukan koordinasi, jika harus mengambil keputusan atau menyikapi persoalan di lapangan.

“Jangan sampai salah dalam mengambil keputusan. Maka harus rajin koordinasi. Jika kurang jelas atau paham bisa bertanya kepada jajaran yang lain,” ucapnya.(khf/fin/rh)