Wakili Umat Islam di Indonesia, Sikap Tegas Presiden Jokowi Sangat Penting

presiden prancis
Presiden Prancis Emmanuel Macron. (Reuters)

JAKARTA – Tindakan Presiden Prancis Emanuel Macron yang menghina Nabi Muhammad SAW dinilai sangat menyayat hati umat Islam di Indonesia dan dunia.

Penistaan Nabi Muhammad SAW dilakukan ketika umat Islam tengah merayakan maulid Baginda Rasulullah Muhammad SAW.

“Harus dipahami saat bulan maulid ini, umat Islam banyak menjalankan kegiatan untuk mengingat dan mengagungkan Nabi Muhammad SAW, sehingga penistaan tersebut dan tindakan Macron tentu terasa sangat menyakitkan umat Islam,” kata Anggota Komisi III DPR RI Aboebakar Al-Habsy, dikutip dari fin.co.id.

Tindakan Macron juga sangat membahayakan ketertiban dunia, karena telah menyinggung dan menyakiti hati warga dunia yang beragama Islam.

“Tentunya ini tidak baik untuk ketertiban dan perdamaian dunia, karena dikhawatirkan akan mengancam adanya konflik sosial,” ungkap Sekjen PKS tersebut.

Menurutnya, Presiden Jokowi juga harus menekan Presiden Macron agar meminta maaf dan mencabut ucapannya.

“Hal itu perlu dilakukan oleh Presiden Jokowi, karena amanah konstitusi kita menyampaikan bahwa salah satu tujuan kita bernegara adalah untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang juga didasarkan perdamaian abadi,” paparnya, Senin (2/11).

“Sikap tegas Presiden Jokowi juga sangat penting untuk mewakili ratusan juta umat Islam di Indonesia. Presiden harus memahami suara hati masyarakat muslim Indonesia,” tegasnya.(*)