Wakaf, Bisa Entaskan Kemiskinan

Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi. (Instagram@fachrulrazi__official)

JAKARTA – Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi meyakini pemanfaatan wakaf bisa untuk pengentasan kemiskinan. Sepanjang tidak bertentangan dengan kaidah agama, dan juga skema pengelolaannya sangat fleksibel.

“Saya optimistis, Insya Allah suatu saat nanti wakaf akan menjadi lokomotif kebangkitan ekonomi umat dan instrumen penanggulangan kemiskinan di negara kita,” ujarnya dalam keterangannya, kemarin (11/10).

Dia menyebutkan, potensi wakaf uang di Indonesia diprediksi sekitar Rp200 triliun per tahun. Misalkan, jika 20 persen dari jumlah tersebut berhasil dihimpun, maka akan memiliki kontribusi yang signifikan bagi kesejahteraan umat.

“Pertumbuhan ekonomi dan keuangan syariah di Tanah Air diharapkan turut ditopang oleh ekonomi yang berasal dari investasi wakaf,” katanya.

Oleh karena itu, Kemenag mengatakan seluruh pihak terkait memberi perhatian terhadap perlindungan, pengamanan, dan pengembangan aset-aset wakaq, termasuk meningkatkan literasi masyarakat soal wakaf.

Misalkan, lanjut dia, Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS) Ritel, memiliki keunggulan karena investaso wakaq uang dilindungi dan dijamin negara. Maka, ia yakin dengan skema ini akan mendorong tumbuhnya minat berwakaq, khususnya wakaq uang.

“Cash Waqf Linked Sukuk di negara kita mungkin instrumen pertama di dunia yang mengintegrasikan antara sektor keuangan sosial dan sektor keuangan komersial,” ucapnya.(din/fin)