Vaksin Covid, Orang Kaya Diminta Bayar

covid-19
Menteri BUMN Erick Thohir. (Instagram@erickthohir)

JAKARTA – Menteri BUMN Erick Thohir mengajak masyarakat yang mampu secara ekonomi untuk membayar sendiri vaksin COVID-19. Hal ini bertujuan meringankan pemerintah dalam program penanggulangan pandemi.

“Karena jumlah penduduk Indonesia besar, kelompok masyarakat yang punya kemampuan lebih sudah seyogyanya membantu pemerintah. Yakni membayar vaksin sendiri,” kata Erick di Jakarta, Rabu (25/11).

Pemerintah akan mengeluarkan dua tipe vaksin. Yakni yang merupakan bantuan pemerintah serta program vaksin mandiri. Program vaksinasi bantuan pemerintah akan diberikan salah satunya bagi tenaga kesehatan dan masyarakat yang membutuhkan sesuai data BPJS Ketenagakerjaan Penerima Bantuan Iuran (PBI).

Sementara program vaksin mandiri diperuntukkan bagi masyarakat yang memang mampu alias kaya. Erick yang juga Ketua Pelaksana Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) itu menuturkan pemerintah berusaha untuk melakukan persiapan vaksinasi COVID-19 dengan baik.

Untuk target awal, vaksinasi akan diperuntukkan bagi masyarakat dalam rentang usia 18-59 tahun. “Tapi ini target awal, bukan berarti menyeluruh. Karena itu, di target awal ini 67 persen yang akan coba jadi target utamanya. Tetapi, meski nanti ada vaksin disiplin 3M (Memakai Masker, Mencuci Tangan, Menjaga Jarak) masih dan harus tetap dilakukan. Karena ini sangat penting untuk mencegah penularan,” jelasnya.

Erick menyebut rentang usia tersebut tidak mutlak. Ia menyebut karena nantinya akan ada beberapa vaksin dari produsen berbeda, maka rentang usia target vaksin bisa saja berubah.

“Tentu ketika bicara mereknya berbeda. Misal merk X dan Y. Tentu usia rentannya bisa saja di atas 59 tahun atau bahkan Sinovac dengan pengembangan nanti bisa saja di atas 59 tahun. Tapi saat ini 18-59 tahun. Dari rentang ini, 67 persen divaksin,” pungkas Erick. (rh/fin)