Vaksin COVID-19 Dipastikan Aman

covid-19
Juru Bicara Satgas COVID-19, Wiku Adisasmito. (Instagram@wikuadisasmito)

JAKARTA – Pemerintah menargetkan vaksin COVID -19 tersedia dan terjangkau untuk masyarakat pada 2021 mendatang. Pemerintah sedang berupaya menyelesaikan uji klinis vaksin yang akan disuntikkan pada jutaan masyarakat Indonesia.

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID -19, Wiku Adisasmito menegaskan vaksin yang akan disuntikkan masyarakat telah melalui beberapa tahap uji klinis. Sehingga dinyatakan aman. “Jadi dipastikan vaksin itu aman. Baik yang kerjasama dengan negara lain, maupun vaksin Merah Putih yang sedang dikembangkan pemerintah,” ujar Wiku di Jakarta, Rabu (7/10).

Seperti diketahui, saat ini Indonesia melalui Bio Farma – Sinovac dan proses uji klinis fase 3 di Bandung. Kedua kerjasama Kimia Farma – G42 Uni Emirat Arab dimana uji klinis fase 3 dengan target subyek 22 ribu orang. Ketiga kerjasama PT Kalbe Farma – Genexine Korea, sedang uji klinis fase 1 dan 2A di Korea dengan 60 subyek.

“Vaksin yang akan masuk ke Indonesia harus dipastikan secara data dan penelitian aman bagi masyarakat. Pengembangan vaksin ini butuh waktu dan proses yang cukup panjang,” paparnya.

Tahapannya dimulai dari penelitian dasar. Dimana ilmuwan menelusuri mekanisme potensial berdasarkan ilmu sains biomedis. Kemudian vaksin akan dibuat dalam jumlah terbatas untuk memasuki uji praklinis dan uji klinis tahap 1, 2 dan 3.

Rinciannya tahap uji praklinis dilakukan studi sel di laboratorium. Yaitu studi in Vitro dan in Vivo. Hal ini untuk mengetahui keamanan bila diujikan pada manusia. Setelah itu, masuk uji fase 1. Yakni vaksin diberikan pada sekelompok kecil orang untuk melihat respon imunitas dan kekebalan.

“Pada fase 2, vaksin diberikan pada ratusan orang. Sehingga ilmuwan dapat mempelajari lebih lanjut tentang dosis yang tepat. Pada fase 3, vaksin diberikan pada ribuan orang untuk memastikan keamanan. Termasuk efek samping yang terjadi dan keefektifannya. Uji coba ini melibatkan kelompok kontrol yang diberi placebo. Artinya kelompok kontrol adalah masyarakat yang disuntik tapi tidak dengan vaksin,” terang Wiku.

Melalui proses uji klinis, ilmuwan dapat mengetahui apakah vaksin menimbulkan efek samping atau tidak. Sebab, belum ada vaksin COVID-19 yang lulus uji klinis tahap 3. “Karena itu, kewaspadaan dan monitoring terhadap keamanan vaksin terus dilakukan,” tandasnya.

Pemerintah, lanjutnya, berupaya memastikan ketersediaan vaksin untuk warga Indonesia. Targetnya, vaksinasi terhadap 80 persen populasi Indonesia. Dikatakan, target itu melebihi vaksinasi reguler selama ini. Hal itu dilakukan agar warga Indonesia bisa mencapai kekebalan kelompok (herd immunity) yang ideal.

Sebelum ada vaksin, kata Wiku, masyarakat tetap diminta disiplin menerapkan 3M (Memakai Masker, Mencuci Tangan, Menjaga Jarak). Menurutnya, 3M saat ini dinilai paling efektif mencegah terjadinya penularan. “Jangan abai dan jangan sampai lengah. Dimana saja, jangan lupa 3M,” pungkasnya.(rh/fin)