UU Cipta Kerja Mulai Disosialisasikan Secara Virtual

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. (Instagram)

JAKARTA – Undang-Undang Cipta Kerja mulai disosialisasikan secara virtual. Kemarin (13/10) Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengundang Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) provinsi dan kabupaten/kota secara daring.

Tito menyoroti berbagai dinamika yang terjadi atas disahkannya UU tersebut. Ia memahami beragam pandangan yang dikemukakan oleh banyak pihak. Untuk itu, forum rapat bersama Ketua DPRD provinsi dan kabupaten/kota serta pengurus asosiasinya kali ini merupakan momentum yang tepat untuk melakukan sosialisasi secara utuh.

“Saya pikir ini waktu yang baik untuk rekan-rekan juga bisa sharing memahami hal-hal yang pokok mengenai (UU tentang Cipta Kerja-red) ini. Dan kemudian rekan-rekan ketika bisa melakukan langkah-langkah proaktif terhadap kelompok-kelompok yang melakukan aksi, yang belum paham sehingga rekan-rekan memiliki amunisi untuk menjelaskan kepada mereka,” ujar Tito dalam keteranan resminya, Selasa (13/10).

Mantan Kapolri ini mengaku mengikuti dinamika yang terjadi dalam proses penyusunan aturan sapu jagat ini. Bahkan, dalam beberapa rapat kabinet, ia mendengarkan tentang permasalahan mendasar dan sangat penting yang melatarbelakangi perlunya UU Cipta Kerja ini. Tito mengambil contoh, sebagai negara dengan penduduk nomor empat terbesar di dunia, salah satu persoalan yang dihadapi oleh Indonesia adalah masalah lapangan kerja.

Berdasarkan data yang ada angka pengangguran di Indonesia saat ini lebih kurang 6,9 juta penduduk, sedangkan setiap tahunnya jumlah angkatan kerja baru terus bertambah sekitar 2,9 juta penduduk.

“Kemudian pandemi global yang menghantam semua negara di dunia ini juga mengakibatkan terjadinya dampak sosial, bukan hanya dampak kesehatan. Dampak sosial dan ekonomi, intinya adalah terjadi pengangguran baru di banyak semua negara termasuk Indonesia,” katanya.(khf/fin)