Unjuk Rasa Berpotensi Tularkan Virus Covid-19

demo
Ilustrasi, Terkait rencana unjuk rasa yang bakal digelar pada hari ini, Senin (2/11). Satgas Penanganan COVID-19 mengingatkan masyarakat tentang kerawanan penyebaran COVID-19. Foto: TMC Polda Metro Jaya.

JAKARTA – Terkait rencana unjuk rasa yang bakal digelar pada hari ini, Senin (2/11). Satgas Penanganan COVID-19 mengingatkan masyarakat tentang kerawanan penyebaran COVID-19.

“COVID-19 berpotensi menyebar semakin luas ketika masyarakat berkumpul tanpa mematuhi protokol kesehatan. Karena itu, kami meminta masyarakat mempertimbangkan lagi rencana unjuk rasa. Pertimbangkan tata cara penyampaian aspirasi. Mengingat kondisi pandemi dan kasus yang masih tinggi. Utamakan kepentingan kesehatan masyarakat,” ujar Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito di Jakarta, Minggu (1/11).

Ketua Departemen Epidemiologi Universitas Indonesia (UI) Tri Yunis Miko Wahyono juga menyampaikan hal yang sama. Dia menyarankan masyarakat tidak melakukan unjuk rasa. Alasannya, angka penularan COVID-19 belum melandai. “Tentu sangat berpotensi adanya penularan COVID-19. Karena masyarakat berkumpul dalam jumlah banyak,” jelas Tri Yunis.

Menurutnya, unjuk rasa bisa dilakukan jika masyarakatnya mematuhi disiplin 3M (Memakai Masker, Mencuci Tangan, Menjaga Jarak). Data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyebutkan sebanyak 123 mahasiswa positif COVID-19 setelah unjuk rasa menolak Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja beberapa waktu lalu.

“Artinya, data tersebut menjadi bukti unjuk rasa berpotensi menularkan COVID-19. Karena masyarakat berkumpul saat unjuk rasa dan sangat berpotensi adanya penularan,” tandasnya. (rh/fin)