Transaksi Jual Beli di Pasar Tradisional Harus Lebih Memperhatikan Protokol Kesehatan

Pemerintah
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy.

JAKARTA– Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy meninjau langsung ketersediaan perlengkapan protokol kesehatan di Pasar tradisional Genteng Baru dan Kampung Tangguh Wani Jogo Suroboyo, Kota Surabaya. Peninjauan ini, merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap provinsi Jawa Timur, terutama di Kota Surabaya yang termasuk zona merah penyebaran covid-19 di Indonesia.

Muhajir Efendi menekankan agar proses transaksi jual beli di pasar tradisional harus lebih memperhatikan protokol kesehatan. “Jadi jaga jarak baik antara pembeli dan penjual dan antara pembeli itu yang harus didisiplinkan. Tapi kalau protokol dasar seperti sanitizer, cuci tangan sebelum masuk pasar, kemudian pakai masker, kelihatannya sudah dipatuhi. Dan itu sudah bagus, tinggal meningkatkan yang lain,” ujar Menko PMK lewat rilisnya yang diterima Jumat (26/6).

Menko PMK Muhadjir Effendy didampingi langsung oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini meminta peran aktif TNI dan Polri untuk ikut mengawasi aktifitas pasar tersebut. “Pak Presiden menginstruksikan agar ada bantuan dari TNI dan Polri untuk ikut mengawasi pusat-pusat kepadatan warga terutama di wilayah tadi itu seperti pasar tradisional tadi,” ungkapnya.

Pemerintah pusat, kata Menko PMK, sangat menaruh perhatian pada Provinsi Jawa Timur khususnya Kota Surabaya. Bahkan, pada Kamis (25/6) kemarin, selain kunjungan Menko PMK, Presiden Jokowi juga ikut turun langsung ke Kota Surabaya untuk berkomunikasi dengan Bupati, Wali Kota seluruh Jawa Timur. “Untuk memastikan bahwa Jawa Timur siap untuk sungguh-sungguh memerangi Covid-19 ini segera menurunkan kasusnya dan menurunkan angka kematiannya terutama. Dan saya minta betul-betul Surabaya. Karena surabaya ini share kasusnya dan angka kematiannya untuk Jawa Timur paling tinggi,” ujar Mihajir Efendi.

Pasar tradisional Genteng Baru Kota Surabaya, Jawa Timur, disiapkan menjadi pasar tangguh sebagai salah satu langkah menuju normal baru. Pasar tersebut digagas menjadi pilot project pasar tangguh di Kota Surabaya. Konsep pasar tangguh mengadopsi konsep Kampung Tangguh Wani Jogo Suroboyo yakni ada tim khusus atau satgas di pasar tersebut. Satgas tersebut adalah kolaborasi antara pengelola pasar dengan pedagang.

Surabaya Raya kini menjadi episentrum penyebaran penyakit di Jawa Timur. Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan pihaknya sudah mulai kerja menekan angka penyebaran jauh-jauh hari. “Sebetulnya kita kerja mulai kemarin-kemarin. Kita terus bekerja. Sekarang penularannya bukan ke samping (tetangga dan orang di sekitar, Red) tapi yang banyak ke keluarganya. Nah ini saya mintakan temen-teman (gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Surabaya) untuk nekan (kasus Covid-19),” katanya kepada wartawan saat mendampingi Menko PMK.

Risam mengatakan, pihak terus melakukan rapid dan swab test untuk memastikan masyarakat yang terpapar Covid-19. Agar nantinya mereka akan melakukan rawat inab setelah diketahui positif. Langkah ini dilakukan untuk menekan lajunya kurva pandemi.

Hasil rapid test reaktif diketahui paling tinggi terjadi di wilayah Gubeng dan Tambaksari. Melihat banyaknya penularan di sana, dia berencana akan mengajak bicara seluruh RT dan RW di dua wilayah itu. “Di situ banyak kos-kosan, karena itu kita butuh penanganan khusus. Kita akan bicara sama RT dan RW se-Gubeng dan Tambaksari,” tegasnya. (dal/fin)