TNI dan Penanganan COVID-19 Tak Terpisahkan

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo. (Instagram@bambang.soesatyo)

JAKARTA – Peran TNI dalam penanganan pandemi COVID-19 dan resesi ekonomi 2020 tak bisa dipisahkan. Keterlibatan TNI sangat diperlukan, agar persoalan global tersebut tidak mengganggu ketahanan dan stabilitas nasional.

‘’Peringatan HUT TNI ke-75 tahun ini diperingati ketika negara berada di zona resesi ekonomi dan pandemi COVID-19. Karena itu, baik resesi maupun pandemi COVID-19, harus ditangani dengan kebijaksanaan. Tujuannya agar ketahanan dan stabilitas nasional tetap terjaga. Sebagai salah satu unsur kekuatan bangsa, TNI wajib tampil dan mengambil bagian dalam proses penyelesaian tersebut. Salah satunya bersinergi dengan semua kekuatan masyarakat untuk memutus rantai penularan COVID-19,’’ ujar Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) di Jakarta, Minggu (4/10).

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia itu menuturkan lonjakan kasus COVID-19 justru terjadi di daerah atau wilayah yang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi. Khususnya di Pulau Jawa. “Kota-kota besar di Jawa masih mencatatkan penambahan kasus baru dalam jumlah yang besar,” imbuh Bamsoet.

Karena itu, lanjut Bamsoet, peran dan fungsi TNI mendorong kepatuhan masyarakat mematuhi protokol kesehatan terus dimaksimalkan. Sosialisasi penerapan 3M (Memakai Masker, Mencuci Tangan, Menjaga Jarak) harus terus digencarkan. Menurutnya, selama vaksin Corona belum ditemukan, maka 3M adalah jurus ampuh untuk untuk mencegah terjadinya penularan virus.

‘’Untuk mewujudkan sinergi yang kuat dan produktif, saya menyarankan para Pangdam meningkatkan koordinasi dengan seluruh pemerintah daerah di pulau Jawa. Semua harus sepakat bahwa potensi penularan COVID-19 harus bisa diminimalisir. Dari kesepakatan itu, akan muncul kebijakan dan langkah yang seragam dalam mendorong kepatuhan masyarakat mematuhi protokol kesehatan,’’ pungkas Bamsoet.(rh/fin)