Terdakwa Korupsi Bebas Dari Lapas

Ilustrasi.

JAKARTA – Terdakwa kasus korupsi Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kota Bandung, Jawa Barat, Herry Nurhayat bebas dari lapas. Mantan Kepala Dinas Pendapatan dan Keuangan Daerah (DPKAD) Kota Bandung, Jawa Barat, tersebut bebas karena masa penahannya telah habis.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin Bandung Thurman Hutapea menyatakan seorang tahanan yang menjadi terdakwa kasus korupsi RTH Kota Bandung dibebaskan. Dia dibebaskan karena masa tahanan habis pada 31 Oktober 2020.

“Hari ini dibebaskan dari tahanan demi hukum, masa penahanannya sudah habis,” katanya, Minggu (1/11).

Menurutnya, pihak Pengadilan Negeri (PN) Bandung belum memperpanjang masa tahanannya. Sehingga, kewenangan atas tahanan tersebut berada di PN Bandung.

Dalam kasus dugaan korupsi RTH, Herry masih menempuh masa persidangan. Herry oleh Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) didakwa memperkaya diri dengan korupsi sebesar Rp8,85 miliar.

Masa persidangan Herry hanya menyisakan agenda putusan. Rencananya sidang agenda putusan Herry bakal digelar pada 4 November 2020. Herry oleh JPU dituntut 4 tahun penjara dan denda Rp150 juta subsider 2 bulan kurungan.

Menanggapi pembebasan tersebut, Humas PN Bandung Wasdi Permana memastikan Herry masih berstatus sebagai terdakwa meski tidak dilakukan penahanan.

Untuk itu, Herry masih perlu menghadiri persidangan yang masih berlangsung meski tidak dalam pembinaan pihak Lapas Sukamiskin.

“Sejak hari ini dia berada di luar tahanan (tidak ditahan). Aturannya tidak dijemput, dia harus datang sendiri,” kata Wasdi.(gw/fin)