Target Ekonomi Indonesia Amblas

ekonomi indonesia
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. (Instagram@luhut.pandjaitan)

JAKARTA – Target ekonomi Indonesia amblas akibat pemangkasan proyeksi pertumbuhan di kisaran 2,3 persen hingga minus 0,4 persen. Target itu pun akhirnya diturunkan kembali menjadi 1 persen hingga terkontraksi 0,4 persen.

Akan tetapi menurut Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan angka-angka itu masih dianggap sebagai yang terbaik di antara negara-negara berkembang lain baik secara mikro maupun makro.

”Kita memang tumbuh di 2,97 persen. Bu Ani (Menteri Keuangan Sri Mulyani) ingatkan kita akan tumbuh negatif di kuartal II. Tapi saya pikir, kalau dibanding negara lain, seperti komentar Bank Dunia, di antara emerging market, Indonesia itu masih dianggap terbaik,” terang Luhut dalam rapat kerja dengan Badan Anggaran DPR RI di Jakarta, Senin (22/6).

Menurut Luhut, dampak Covid-19 terhadap Indonesia memang cukup dipengaruhi oleh apa yang terjadi di Cina. Namun, hal itu wajar karena negara Tirai Bambu itu mengontrol 18 persen ekonomi dunia. ”Kita suka tidak suka, kita tidak bisa ignore (mengabaikan). Ini punya dampak, apalagi jarak kita dekat dengan dia sehingga kita harus pelihara balance of power, bagaimana dengan Tiongkok, Timur Tengah dan Amerika,” paparnya.

Mantan Menko Polhukam itu menambahkan, di era pemerintahan Presiden Jokowi, Indonesia pun berhasil menjaga hubungan baik dengan ketiga ekonomi itu. ”Dengan Abu Dhabi, pertama kali ada investasi hampir 20 miliar dolar AS sepanjang sejarah republik, ini semua on going. Dengan Tiongkok, investasi juga terus meningkat. Dan mematuhi kriteria yang kita berikan. Tidak sekadar dia masuk,” paparnya.

Kriteria itu antara lain harus membawa first class technology, melakukan transfer teknologi, memberikan nilai tambah, melakukan kerja sama Business to Business serta menggunakan tenaga kerja Indonesia sebanyak mungkin.(fin/ful)