Tantangan Pemerintah Tekan Pengangguran

covid-19
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto mengatakan, akibat virus Corona Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Agustus 2020 melonjak menjadi 7,07 persen.(Instagram@airlanggahartarto_official)

JAKARTA – Pemerintah memiliki tantangan untuk menekan jumlah pengangguran di Indonesia. Pada Agustus 2020, di musim pandemi Covid-19 jumlah pengangguran bertambah sebanyak 2,67 juta menjadi 9,77.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto mengatakan, akibat virus Corona Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Agustus 2020 melonjak menjadi 7,07 persen. Realisasi itu naik dari posisi Agustus 2019 yang sebesar 5,23 persen.

“Nah ini, tekanan kita memang di lapangan kerja, di mana lapangan kerja ini jumlah pengangguran masih sekitar 5 persen,” ujar Arilangga dalam keterangan tertulisnya, kemarin, (8/11).

Lanjut dia, bahwa jumlah pekerja informal atau tidak tetap di Indonesia masih tinggi. Ditambah lagi, angkatan kerja baru tahun 2021 yang akan datang diperkirakan mencapai 2,9 juta orang, sehingga menambah ketat persaingan lowongan pekerjaan.

Nah, menurut Airlangga, jalan keluar mengatasi pengangguran di Indoensia adalah melalui Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker). Lewat UU tersebut, pemerintah menyederhanakan proses berusaha sehingga harapannya bisa mendatangkan banyak investasi dan penciptaan lapangan kerja.

“Satu yang akan didorong dalam UU Cipta Kerja, agar mereka untuk bekerja dipermudah dan mereka untuk masuk ke sektor usaha juga disimplifikasi,” kata Mantan Menteri Perindustrian ini.(din/fin)