Surplus, Stok Beras Aman Hingga Januari 2021

gula
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo. (Instagram@syasinlimpo)

JAKARTA – Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) memperkirakan stok beras hingga akhir 2020 mencapai sekitar 7,45 juta ton. Pasokan tersebut masih mencukupi hingga Januari 2020.

Mentan Syahrul memaparkan, pada musim tanam I dan II dengan total luas lahan 11,1 juta hektare (ha), menghasilkan 5,6 juta ton Gabah Kering Giling (GKG). Diperoleh produksi beras sepanjang tahun ini sebanyak 31,63 juta ton. Sementara stok beras awal tahun 5,9 juta ton. Total pasokan beras diprediksi sebanyak 37,53 juta ton.

“Total konsumsi beras 30,08 juta ton lalu diprediksi stok akhir beras nasional kita 7,45 juta ton,” ujar Syahrul di Jakarta, kemarin, (26/10).

Dengan demikian, kata Syahrul, surplus beras akan mencukupi hingga Januari 2021. Pada Oktober 2020 hingga Maret 2021 telah masuk musim tanam I, sehingga diharapkan akan terjadi peningkatan produksi dan pertambahan luas tanam.

“Orang tidak tahu bagaimana capeknya kita, keringatnya petani. Tapi yang jelas, diakui atau tidak, sektor pertanianlah yang saat ini bisa tetap tumbuh di tengah pandemi Covid-19,” ucap Syahrul.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, Produk Domestik Bruto (PDB) sektor pertanian tumbuh pada triwulan II/2020 sebesar 2,19 persen secaa tahunan. Peningkatan ini terjadi di tengah kontraksi pertumbuhan sektor usaha akibat pandemi Corona.

Wakil Presiden (Wapres) Ma`ruf Amin sebelumnya menyebut produksi beras masih akan mengalami surplus pada akhir tahun meski memperkirakan produksi pangan ini menurun.

“Produksi beras kita diperkirakan akan lebih kecil dibandingkan dengan produksi beras pada tahun 2018 dan 2019, walaupun masih akan menyisakan sedikit surplus pada akhir tahun 2020,” ujarnya.

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia ini menuturkan, bahwa pemerintah akan mengambil berbagai langkah strategis dalam rangka menjamin ketersediaan stok pangan nasional sehingga ketahanan pangan nasional dapat tetap terjaga.

Langkah-langkah tersebut adalah intensifikasi, diversifikasi pangan, penguatan cadangan beras pemeritah daerah, serta membangun lumbung pangan masyarakat. (din/fin)