Setelah DKI, Kini Giliran Banten

JAKARTA – Pandemi Covid-19 akhirnya sampai ke sektor pendidikan. Setelah Provinsi DKI Jakarta memutuskan menutup sekolah-sekolah, kini giliran provinsi satelit ibukota, Banten melakukan hal yang sama. Pemprov Banten meliburkan siswa selama dua pekan, sebagai langkah antisipasi penyebaran wabah asal Wuhan, Cina tersebut.

Gubernur Banten Wahidin Halim menyatakan wilayah Provinsi Banten berstatus kejadian luar biasa (KLB) terkait wabah  (Covid-19). Berbeda dengan Jakarta, penetapan ini dilakukan tanpa batas. Sekolah setingkat Paud, TK, SD, dan SMP negeri maupun swasta Se-Provinsi Banten juga diliburkan selama dua pekan. Kepada Fajar Indonesia Network, kebijakan ini diambi untuk mengantisipasi penyebaran wabah virus corona. “Kebijakan ini kami ambil sebagai bentuk antisipasi,” jelasnya usai rapat tertutup bersama Bupati Tangerang dan Walikota Tangerang di Pendopo Bupati Tangerang, Minggu (15/3).

Kendati warganya belum ada yang positif, Wahidin menyebut, penyebaran suspect virus corona di Banten cukup berkembang. Dari informasi yang dihimpun, kasus pasien dalam pemantauan terkait virus corona di Banten mencapai 28 orang. Sedangkan orang dalam pantauan sebanyak 35 kasus. “Belum ada yang positif, tapi ini adalah bentuk pencegahan,” paparnya.

BACA JUGA: Lockdown Kuncinya di Daerah

Wahidin juga mengatakan pihaknya menanggung biaya seluruh pemeriksaan terkait virus corona. Adapun rumah sakit rujukan virus corona di Provinsi Banten, yakni RSUD Kabupaten Tangerang dan RSUD Dradjat Prawiranegara Kota Serang. “Nggak ada (gratis), kami yang menanggung biayanya,” ujar mantan Walikota Tangerang itu

Meskipun tidak dikenakan biaya, sampai saat ini pemerintah daerah tidak dapat memberikan masker dan hand sainitizer gratis.”Maskernya terbatas dan masker hanya untuk orang sakit, hand sanitizer itu juga langka, jadi banyak cuci tangan pakai sabun,” ujarnya.

Warga Banten pun diimbau mengurangi aktifitas diluar ruangan, dilokasi umum, dan berkegiatan ditempat keramaian. Begitupun jika ada yang sudah memiliki agenda perjalanan keluar negeri, terutama di negara pandemi virus corona, agar menjadwal ulang. “Pemprov Banen menghimbau masyarakat agar menghindari tempat-tempat pertemuan dan keramaian umum. Diusahakan sedapat mungkin tidak melakukan perjalanan ke daerah yang terkena wabah virus corona covid-19. Masyarakat tetap waspada dan tidak panik,” jelasnya.

Proteksi juga dilakukan oleh dua pemerintah yang berdekatan dengan Jakarta, Pemerintah Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang. Di hari yang sama, Pemkab Tangerang menerbitkan surat edaran nomor 433.2/1015-Bag.Um/II/2020 terkait penetapan status KLB Corona Banten

“Kami telah menyepakati status KLB (Corona) di Banten, terutama di wilayah Tangerang Raya. Kami bertiga menyepakati, mulai besok, seluruh kegiatan belajar dan mengajar, baik itu SD, SMP, baik negeri maupun swasta, juga termasuk pendidikan non formal, PAUD, TK, semuanya diliburkan selama selama dua minggu,” ujar Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar saat memberikan keterang kepada awak media usai pertemuan tersebut.

Wilayah Kota satelit ibukota seperti Kota Tangerang dan Kota Tangsel juga memberikan keputusan yang sama untuk meliburkan siswanya. Pemkot Tangerang mengganti kegiatan belajar mengajar seluruh tingkatan sekolah dengan belajar di rumah. Walikota Tangerang Arief R Wismansyah menjabarkan selama dua pekan ke depan mulai tanggal 16 hingga 30 Maret 2020, seluruh sekolah harus mengganti sementara proses pendidikan siswanya dan mengganti dengan kegiatan belajar dari rumah. “Dinas Pendidikan Kota Tangerang telah menginformasikan keputusan ini ke seluruh sekolah supaya para murid terhindar dari penularan virus,” tandasnya.

BACA JUGA: Banten Darurat Corona, Paud hingga Universitas Diliburkan

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menutup kegiatan belajar mengajar sekolah-sekolah di Jakarta untuk sementara. Anies menyiapkan materi pembelajaran jarak jauh untuk guru dan siswa “Atas nama Pemprov DKI Jakarta, kami memutuskan untuk menutup aktivitas sekolah di lingkungan DKI Jakarta dan akan melakukan proses belajar mengajar jarak jauh. Penutupan sekolah ini berlaku selama dua minggu. Termasuk menunda pelaksanaan UN bagi siswa Kelas 12 SMA/SMK,” kata Anies dalam konferensi persnya, Sabtu (14/3) lalu.

“Kami juga menyiapkan materi digital untuk pembelajaran anak di rumah. Bahan-bahan untuk orang tua, untuk guru, siswa, kepala sekolah itu semua insyaallah akan siap sebelum hari Senin. Dan Dinas Pendidikan berkoordinasi dengan semua unsur untuk bisa melakukan itu semua,” tambahnya.

Diketahui, keputusan libur sekolah selama dua pekan ini diambil setelah Pemprov DKI mengadakan pertemuan dengan IDI Jakarta, perhimpunan ahli epidimiolog Indonesia, unsur dokter anak Indonesia, serta teleconference dengan pimpinan World Health Organization Indonesia. Berdasarkan data Pemprov DKI, terdapat 1,5 juta peserta didik di Jakarta dengan 124 ribu di antaranya siswa SMA dan SMK kelas 12. (fin/tgr)