Salurkan Bantuan ke Warga Terdampak

Foto : Iwan tri wahyudi/ FAJAR INDONESIA NETWORK

TAROGONG KIDUL – Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Garut membagikan paket sembako kepada korban kekerasan perempuan dan anak. Pembagian sembako dilakukan sebagai upaya membantu para dampingan P2TP2A untuk bisa memenuhi kebutuhan hidup dimasa pandemi Covid-19.

“Ini bagian dari program pemantauan dampingan kita pasca mereka mengikuti rehabilitasi atau tinggal di rumah aman kita,” kata Diah Kurniasari Gunawan, ketua P2TP2A Kabupaten Garut Rabu (29/4).

Menurut Diah, setiap korban dampingan P2TP2A akan masuk dalam program pemantauan P2TP2A. Tujuannya memastikan mereka bisa kembali dan diterima di lingkungannya, seperti halnya salah satu dampingan P2TP2A di Desa Barudua Kecamatan Malangbong, tempat tinggalnya direhabilitasi lewat program rutilahu.

“Kita juga harus memastikan, masa-masa sulit akibat pandemi Covid-19 ini mereka harus bisa bertahan. Setelah tempat tinggalnya kita perbaiki, kita bantu juga untuk bekal mereka,” jelasnya.

Ditempat terpisah, Polres Garut juga memberikan bantuan sembako kepada puluhan warga yang tidak masuk dalam data penerima bantuan pemerintah di Desa Sukasenang Kecamatan Banyuresmi. “Di Desa Sukasenang ini ada 62 warga yang kami bantu karena saat diverifikasi tak masuk dalam daftar penerima bantuan, padahal sangat layak menerima. Jadi kita bantu sekarang,” ujar Kapolres Garut AKBP Dede Yudi Ferdiansyah kepada wartawan kemarin.

Ia bersama Dandim 0611/Garut mengumpulkan bantuan untuk warga yang kekurangan. “Sinergi dengan TNI, sama-sama kalau ada yang kurang saling bantu. Jangan sampai warga tak kebagian,” katanya.

Kepala Desa Sukasenang Iwan Ridwan menyebut 62 warga tersebut sudah didata. Namun, mereka malah tak mendapat bantuan. Padahal sangat layak untuk menerima bantuan dari pemerintah. “Saya juga tidak tahu kenapa malah nggak dapat. Padahal masuk kategori tidak mampu,” ucap Iwan.

Ia bersyukur 62 warga bisa mendapat bantuan dari Polres Garut. Kecemburuan sosial dari sesama warga bisa diredam dengan pemberian bantuan. “Sebelumnya pasti ada saling curiga dan sirik. Kok ini dapat, yang itu tidak. Alhamdulillah, sekarang bisa dapat semua,” paparnya. (yna)

Read more