RUU Cipta Kerja Percepat Pulihkan Ekonomi

UU cipta kerja

JAKARTA – Rancangan Undang-undang Cipta Kerja direncanakan akan disahkan pada rapat paripurna 9 Oktober 2020 mendatang. Ekonom dari UI Teuku Riefky menilai semakin cepat disahkan, pemulihan perekonomian nasional akan lebih cepat setelah pandemi Covid-19 berakhir.

Dia menjelaskan, aturan yang tertuang dalam UU Cipta Kerja akan membuat investor asing ‘semangat’ untuk melakukan investasi di Tanah Air mengingat sudah tidak ada lagi yang menghambat berbisnis di Indonesia.

“Saat pandemi Covid-19 sudah mereda dan Indonesia memasuki masa pemulihan ekonomi, investasi akan masuk, sehingga proses recovery akan menjadi optimal,,” ujarnya, kemarin (4/10).

Sebaliknya, menurut dia, jika RUU Cipta Kerja lambat disahkan, tentu akan menghambat investasi. Sebab saat ini investor membutuhkan kepastian dan kemudahan dalam berbisnis di Indonesia.

“Kesempatan ini tidak boleh terlewat saat kita sudah masuk dalam fase pemulihan, dan harus segera disiapkan dari sekarang. Tidak hanya bisnis, tapi juga tenaga kerja dan makroekonomi, seingga kita akan mendapatkan optimal benefit pascapandemi,” ucapnya.

Terkait RUU Cipta Kerja akan disahkan, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, mengancam akan menggelar demo beserta mogok kerja. Ada tujuh poin penolakan utama dalam RUU sapu jagat tersebut.(din/fin)