Rumitnya Persyaratan, KUR Belum Terserap Rp129 Triliun

produk lokal

JAKARTA – Alokasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) tercatat belum terserap sampai saat ini mencapai Rp129 triliun atau 67,8 persen dari total alokasi yang sebesar Rp190 triliun.

Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki mengatakan, dana tersebut belum terserap karena masih banyaknya pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang kesulitan untuk mengakses kredit maupun pembiayaan.

“Problem-nya, saya akui, masih belum mudah bagi UMKM untuk mengakses ke sana (KUR dan pembiayaan),” ujar Teten dalam keterangannya, kemarin (14/6).

Lebih jauh Teten menjelaskan, sumber pembiayaan UMKM tak hanya datang dari KUR, melainkan ada juga dari Badan Layanan umum (BLU) yang digelontorkan dari berbagai kementerian sebesar Rp30 triliun.

Tak hanya itu saja, perusahaan fintech yang terdaftar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga banyak bertebaran untuk membantuk UMKM dengan persyaratan yang sangat mudah.

“Kalau ini disinergikan, yaitu seluruh sumber pembiayaan dari pemerintah dan swasta (fintech), tentu akan sangat besar manfaatnya bagi UMKM (untuk) naik kelar,” katanya.

Sementara Wakil Ketua Umum Kama Dagang Indonesia (Kadin) Bobby Gafur menuturkan, sulitnya pelaku UMKM mengakses dana perbankan karena rumitnya persyaratan, seperti melampirkan agunan. Padahal, saat pandemi Covid-19 ini sektor yang paling terdampak UMKM. Karenanya, harusnya mendapatkan kemudahan dari pemerintah.

“Dengan adanya perusahaan fintech, seharusnya risk profile di perbankan akan terpotong. Di marketplace, kita bisa melihat kinerja UMKM dari trading history yang sudah dihasilkan,” kata Bobby.

Menurut Bobby, dengan analisa digital di marketplace, fintech merupakan pintu baru bagi UMKM untuk dapat mengakses permodalan. “Bahkan, saya mengusulkan, dengan masih sulitnya UMKM mengakses KUR, bank pelaksana KUR bisa bekerja sama dengan perusahaan Fintech,” ucap Bobby.

Mengenai keinginan sinergi antara pemerintah dan pihak swasta, COO KoinWorks Bernard Arifin menyatakan siap mendukung pemerintah untuk menyalurkan KUR. “Selama ini juga kita sudah biasa dan sering membiayai UMKM,” kata Bernard.(din/fin)