Ragam Pelanggaran Selama PSBB

FOTO: FAISAL R. SYAM / FAJAR INDONESIA NETWORK.

MAKASSAR — Arus lalu lintas di Jalan Hertasning – Tun Abdul Razak sempat terhambat. Banyak kendaraan roda dua mau pun empat yang dihentikan oleh petugas gabungan.

Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) jadi alasan. Selama itu, masih banyak ditemukan pelanggaran. Bahkan, beberapa dari pengendara berdebat dengan petugas.

Alasannya, ditemukan banyak pengendara yang hendak masuk wilayah Makassar sementara KTP yang ia pegang, berasal dari luar Kota Makassar.

Ada juga pengendara sepeda motor yang berboncengan dan bukan pasangan suami-istri. Pemuda dan pemudi itu dihentikan dan tak bisa melanjutkan perjalanannya.

Ada juga pengendara roda empat yang kedapatan membawa penumpang dan duduk bersebelahan dengan penumpang lain. Semua itu dianggap melanggar aturan dalam PSBB.

“Kendaraan motor, tidak bisa boncengan. Untuk mobil, tempat duduk yang hanya berbaris satu, seharusnya tiga orang saja. Satu orang di depan, dan dua di belakang (duduk terpisah),” kata Kepala Biro Humas Dishub Makassar, Abdul Asis Sila di lokasi, Kamis (30/4/2020).

Kendaraan roda dua hanya diperbolehkan membonceng asalkan memiliki hubungan keluarga, dan lengkap memakai Alat Pelindung Diri (APD) saat berkendara.

“Pengendara motor wajib pakai masker dan sarung tangan,” ujar Asis.

Dia juga melihat Kabupaten Gowa yang berbatasan langsung dengan Kota Makassar, juga sudah melakukan pengawasan kepada setiap pengendara yang masuk dari arah Makassar ke Kabupaten Gowa.

Posko yang didirikan pun, kata Asis sangat strategis. Ditambah dengan petugas yang jeli dalam memeriksa identitas dan suhu tubuh setiap pengendara.

“Jadi dengan seperti ini, kami harapkan masyarakat tetap di rumah saja agar terhindar dari penyebaran covid-19,” tutupnya. (Ishak/fajar)

Read more