Quartararo : Perasaan yang Luar Biasa

Quartararo
Fabio Quartararo. (Instagram@fabioquartararo20)

ANDALUSIA – Setelah menjadi juara untuk kali pertama di MotoGP pada pekan lalu, malam ini (26/7), El Diablo-sebutan Quartararo- kembali tampil sebagai pemenang di GP Andalusia. Sayang pada gelaran ini, The Baby Alien-julukan Marquez-harus absen akibat cedera.

Tidak hanya Marquez yang dibuat terbelalak, dalam duel di Sirkuit Jerez, rider berpaspor Perancis itu juga mengalahkan Maverick Vinales (posisi kedua) dan Valentino Rossi (posisi ketiga) di lap terakhir.

Sejak race dimulai, Quartararo, Vinales, dan Rossi sejatinya telah memimpin di tikungan pertama. Sayangnya, Vinales yang sudah mulus di tikungan pertama melakukan kesalahan di turn terakhir lap pertama. Kesempatan itu dimanfaatkan Rossi untuk menyalip ke posisi runner up.

Sodokan gas sang raja kualifikasi, Quartararo makin beringas. Ia mulai menjauh hingga di lap ketiga, ia dan Rossi mulai berjarak 1,4 detik. Belajar dari kesalahan pertama, Vinales mulai memainkan kecepatannya lebih bagus, sayang ia gagal melewati The Doctor-julukan Rossi.

Filosofi membalap kencang tanpa melihat ke belakang terus dilakukan Quartararo. Alhasil, di lap ke enam, El Diablo unggul hingga 2,8 detik dengan Rossi. Duo pabrikan Yamaha terlihat kesulitan untuk menyamai kecepatan pemain tim satelit tersebut.

Top Gun-julukan Vinales- mulai mengalami inkonsistensi di lap sembilan. Rekan senegara Marquez itu sempat disalip Jack Miller. Beruntung, ia bisa menyalip Miller di tikungan terakhir dan merebut posisi ketiga. Sementara Rossi mulai membuka jarak dengan Vinales hingga 0,6 detik.

Kursi podium ketiga yang tengah direbut Vinales memang terus diganggu. Pecco Bagnaia di tikungan delapan. Di lap 11, Vinales kemudian disalip Miller dan Franco Morbidelli untuk berada di posisi enam.

Sama halnya dengan Rossi. Pada lap ke 12, ia disalip mantan muridnya, Bagnaia di lap 12. Selain Bagnaia, Rossi juga ditekan muridnya yang lain di VR46 Academy yang memperkuat Petronas Yamaha Franco Morbidelli.

Dewi Fortuna masih memihak kepada Rossi, satu persatu kuda besi para muridnya mengalami masalah. Ya, prototipe M1 yang ditunggangi Morbidelli mengalami kendala teknis dan gagal melanjutkan race di lap-17.

Lalu, Bagnaia kemudian juga mengalami kerusakan sepeda motor di Desmosedici di lap ke-20. Tak ayal, Rossi naik ke posisi kedua dan Vinales ketiga.

Menyisakan tiga lap Quartararo sudah unggul 7,5 detik atas Rossi. Sementara Vinales menyodok posisi Rossi di dua lap terakhir dan Quartararo finis sebagai yang tercepat.

Dalam wawancaranya, Rossi mengatakan, keberhasilannya naik podium kembali layaknya saat ia meraih podium pertamanya di MotoGP. “Saya sangat-sangat bahagia. Sudah lama sekali. Ini bukan kemenangan, tetapi perasaannya mirip,” ucap Valentino Rossi dalam wawancaranya bersama MotoGP Live.

Quartararo menjadi rider termuda kedua yang menjadi pemenang back-to-back dalam sejarah MotoGP.”Laga yang sulit,” kata Quartararo. “Perasaan yang luar biasa. Rasanya sangat menyenangkan bisa menang kembali di sini,” tambahnya.

Pada hari itu, Quartararo berusia 21 tahun dan 97 hari. Rekor pembalap termuda yang juara seri MotoGP dua kali beruntun masih dipegang Marc Marquez (20 tahun dan 154 hari). Marquez melakukannya di Jerman dan Amerika Serikat pada 2013.

Quartararo menjadi juara setelah menaklukkan temperatur Sirkuit Jerez yang mencapai 63 derajat celcius.

Hasil itu membuat Yamaha finis di posisi 1, 2, 3. Ini adalah sapu bersih podium pertama bagi Yamaha setalah 2014.

Quartararo menjadi pemuncak klasemen dengan koleksi 50 poin. Vinales menempati peringkat kedua dengan catatan 50 angka. Andrea Dovizioso (Ducati) dan Takaaki Nakagami (LCR Honda) untuk sementara berada di posisi empat dan lima dengan koleksi 26 dan 19 poin. (fin/tgr)