Publik Mulai Terbiasa Hadapi COVID-19

covid-19
Ilustrasi.

JAKARTA – Sudah 7 bulan Indonesia dilanda pandemi COVID-19. Masyarakat pun mulai terbiasa menghadapinya. Sebagian besar orang juga sudah tahu cara menerapkan protokol kesehatan.

“Sebagaimana tren penyakit menular. Misalnya flu burung. Setelah melewati masa awal yang timbulkan kepanikan, lambat laun masyarakat mulai terbiasa menghadapi virus COVID-19 dan paham cara menghadapinya. Baik mencegah maupun perawatan ke fasilitas kesehatan apabila positif,” kata Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Melki Laka Lena di Jakarta, Senin (19/10).

Menurutnya, penanganan kesehatan oleh tenaga kesehatan dan tenaga medis baik di fasilitas kesehatan kini semakin membaik. “Indikatornya adalah prosentase angka kesembuhan makin tinggi. Sementara prosentase angka kematian menurun,” imbuhnya.

Selain itu, kebijakan pemerintah pusat dan daerah dalam menangani COVID-19, juga semakin baik dan terkoordinasi. Sehingga kepercayaan publik semakin tinggi menghadapi COVID-19.

Terlebih dengan pembentukan Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) mampu menyinergikan kerja sama antar-kementerian dan lembaga. Baik pemerintah pusat dan daerah serta berbagai komponen masyarakat lainnya.

Selain itu, pemerintah juga mulai bisa mempertimbangkan aspirasi mayoritas masyarakat untuk pelonggaran PSBB. Dengan syarat, pelaksanaan protokol kesehatan dilakukan secara ketat.

Ia menyarankan pembatasan sosial berskala mikro berskala RT/ RW kampung atau komunitas, lebih diefektifkan. Salah satunya melalui kampanye dan penegakan disiplin protokol kesehatan.

“Warga negara harus sadar dan patuh protokol kesehatan secara konsisten. Gerakan 3M (Memakai Masker, Mencuci Tangan, Menjaga Jarak) wajib disosialisasikan. Apalagi ada warga yang bergejala semacam COVID-19, segera dilakukan testing, tracing dan treatment oleh tenaga kesehatan terdekat,” pungkasnya.(rh/fin)