Presiden Berkontribusi Langsung Atas Pelemahan KPK

pelemahan kpk
Novel Baswedan. (Ist)

JAKARTA – Alih status kepegawaian Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) dinilai melemahkan lembaga antirasuah. Reglemen tersebut disebut akan berdampak buruk bagi independensi pegawai.

Penyidik senior KPK Novel Baswedan mengatakan, Presiden Jokowi telah berkontribusi secara langsung atas pelemahan lembaga antirasuah tersebut. Ia memandang, penandatanganan aturan tersebut justru ironi.

“Jadi pelemahan KPK selama ini adalah jelas merupakan pilihan strategi presiden dalam memberantas korupsi,” ujar Novel ketika dihubungi, Minggu (9/8).

Baca Juga : Ambil Alih Perkara Korupsi, Polri dan Kejagung Tak Boleh Tolak KPK

Novel beranggapan, dengan berlakunya aturan tersebut, negara seakan justru memberantas upaya pemberantasan korupsi. Alih-alih justru menitikberatkan penanganan rasuah.

“Yang akibatnya justru pemberantasan korupsinya yang diberantas, bukan korupsinya. Ironi,” kata Novel.

Lebih lanjut dikatakan Novel, upaya pemberantasan korupsi justru bakal maksimal dilakukan jika lembaga maupun orang yang terlibat di dalamnya bersifat independen. Hal tersebut, kata dia, bahkan dinyatakan melalui Konvensi Antikorupsi PBB dan Jakarta Principles yang telah diratifikasi oleh Indonesia.

“Lembaga antikorupsi yang independen harus memiliki pegawai yang independen dan mendapat perlindungan negara dalam pelaksanaan tugasnya untuk memberantas korupsi,” tutupnya.(riz/gw/fin)