Posisi Joker Terendus, Publik Tunggu Hasilnya

Joko Tjandra
Joko Soegiarto Tjandra alias Joe alias Joker

JAKARTA – Sejumlah upaya akan ditempuh Polri untuk dapat menangkap dan memulangkan Joko Soegiarto Tjandra alias Joe alias Joker. Polisi sudah mengetahui posisi buronan kasus cessie Bank Bali tersebut. Informasi terakhir, Joker berada di apartemennya di lantai 106 Apartement Exchange Kuala Lumpur, Malaysia.

“Polri sedang melakukan kegiatan yang tujuannya untuk dapat melakukan penangkapan atau memulangkan yang bersangkutan,” tegas Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono di Jakarta, Rabu (22/7).

Namun, Argo enggan memberi merinci lebih lanjut upaya yang sudah dilakukan polisi. Dia meminta publik menunggu hasilnya. Terkait hal ini, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Teuku Faizasyah menyatakan pihaknya akan memfasilitasi penegak hukum untuk menangkap Joko Tjandra.

“Pada prinsipnya, Kemlu siap memfasilitasi penegak hukum untuk upaya penangkapan atau pengembalian Joko Tjandra ke Indonesia. Tentu saja melalui mekanisme kerja sama hukum yang tersedia,” ujar Faizasyah.

Menurutnya, Kemenlu akan bekerja sama dengan otoritas hukum terkait di Indonesia dalam upaya pemulangan tersebut. Meski tidak spesifik membentuk tim khusus, penanganannya dilakukan di bawah Direktorat Jenderal Hukum dan Perjanjian Internasional Kemenlu.

Untuk penyelidikan surat jalan yang diterbitkan mantan Karo Korwas PPNS Bareskrim Polri, Brigjen Pol Prasetijo Utomo, polisi juga terus melakukan pemeriksaan. Salah satunya memeriksa Anita Dewi Kolopaking (ADK). Kuasa hukum Joko Soegiarto Tjandra tersebut dimintai keterangan sebagai saksi. “Pengacara Joko Tjandra yang berinisial ADK juga diperiksa,” imbuh Argo.

Mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya ini menambahkan tim Khusus juga telah memeriksa para staf Korwas PPNS Bareskrim Polri sebagai saksi. Pemeriksaan dilakukan untuk mencari tahu kronologi terbitnya surat jalan tersebut. Di antaranya Kepala Tata Usaha dan Urusan Dalam (Kataud) Bareskrim Polri.

Menurutnya, pemberkasan terkait pelanggaran disiplin Brigjen Pol Prasetijo Utomo juga sudah selesai dilakukan Divisi Propam Polri. Selanjutnya, hasil pemeriksaan akan diserahkan ke Biro Pengawasan dan Pembinaan Profesi (Wapro) untuk dievaluasi. “Setelah dievaluasi, berkas tersebut akan disidangkan. Nanti Wapro yang merencanakan kapan waktu sidangnya,” papar Argo.(rh/fin)