Posisi Ahok di Pertamina Dipastikan Aman

Komisaris Utama (Komut) PT Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Instagram@basukkibtp)

JAKARTA – Posisi Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok sebagai Komisaris Utama (Komut) PT Pertamina dipastikan aman. Walaupun dia telah dipanggil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir usai memberikan kritik tajam terhadap Pertamina dan mengusulkan pembubaran Kementerian BUMN.

Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga menegaskan tidak ada teguran dari Erick Thohir terhadap Ahok. Pertemuan saat Ahok dipanggil Erick justru lebih banyak berisi tentang masukan agar memperkuat internal Pertamina.

“Jadi bukan teguran lah, tapi lebih kepada saran. Ingin tahu ada apa,” ujarnya dalam sebuah diskusi di Jakarta, Minggu (20/9).

Dikatakannya, menjabat sebagai Komut Pertamina, Ahok dipilih dan ditentukan langsung oleh Kementerian BUMN. Sehingga, pemanggilan tersebut merupakan suatu hal yang wajar.

Dikatakan Arya, dalam pertemuan itu, Erick Thohir bahkan memandang kritik yang diberikan Ahok kepada internalnya sangat bagus. Terlebih, Ahok juga memiliki kewenangan untuk melakukan pengawasan internal di lingkungan Pertamina.

“Jadi beliau diminta menyelesaikannya di internal karena beliau punya wewenang dan beliau pengawas di situ. Beliau juga punya hak untuk memanggil rapat semua direksi, jadi semua, kalau dia merasa ada yang tidak benar itu harus dibenarkan. Kan tugasnya Komut kan, itu tugasnya. Melakukan pembenahan,” ungkapnya.

Selain itu, kata Arya, Erick Thohir juga meminta Ahok untuk melakukan transformasi di lingkungan Pertamina dan mensupport apa yang sudah dikonsep di Kementerian BUMN.

“Pertamina ke depan bagaimana dan transformasinya bagaimana, itu Pak Erick minta supaya Pak Ahok melaksanakan tugasnya,” ucapnya.

Dilanjutkannya, secara keseluruhan, Erick menerima semua masukan yang disampaikan Ahok. Sebab, apa yang dilontarkan Ahok merupakan bagian dari transformasi di Pertamina. Bagaimana membuat tubuh Perseroan menjadi transparan, membuat rantai birokrasi menjadi lebih bagus, serta mendorong proyek-proyek yang belum dilaksanakan.

“Karena beliau punya kewenangan di sana. Beliau kan bagian dari Pertamina bukan di luar. Dia punya kewenangan di sana. Dan bagian dari sistem itu ya ayo perbaiki,” ujarnya.(gw/fin)