Polda Metro Jaya Ringkus 10 Begal Sepeda

begal sepeda
Ilustrasi, Aparat Polda Metro Jaya meringkus 10 begal sepeda yang beraksi lebih dari dua bulan belakangan ini. (Ist)

JAKARTA – Aparat Polda Metro Jaya meringkus 10 begal sepeda yang beraksi lebih dari dua bulan belakangan ini. Mereka ditangkap di sejumlah lokasi berbeda.

Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi Nana Sudjana mengatakan mereka merupakan pelaku dari enam kasus begal pesepeda di kawasan Jakarta. Penangkapan para tersangka dilakukan dalam rentang September hingga November 2020.

“Sementara itu, sampai saat ini selama dua bulan terakhir ada 12 TKP (tempat kejadian perkara) dan kami berhasil mengungkap enam TKP dan 10 tersangka,” katanya di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (3/11).

Dia memastikan jajarannya terus melakukan pendalaman dan mengungkap enam TKP lainya. Tim khusus menangani pembegalan pesepeda telah dibentuk. Sejumlah aparat kepolisian disebar ke beberapa lokasi rawan.

“Kita kedepankan anggota reserse. Hal ini sebagai bentuk kami serius menangani begal sepeda,” tegasnya.

Dikatakannya dari 10 tersangka yang diamankan satu orang terpaksa ditembak kakinya. Dia ditembak karena mencoba melarikan diri saat dilakukan penangkapan.

“Dari 10 tersangka empat orang di antaranya diketahui masih berstatus anak di bawah umur. Dan kebanyakan mereka adalah pengangguran,” tambahnya.

Dijelaskan Nana para tersangka yaitu, MA (16), MMAH (16), NY (15), SL (17) alias Tompel, SH (26), AR (41), BG (21), RN (22), ID (26), dan MAS (20) alias Kancil.

Dalam menjalankan aksinya para pelaku biasanya sudah mengincar dan mengamati korbannya. Saat beraksi para pelaku juga tidak segan-segan melakukan tindak kekerasan kepada korbannya.

“Kebanyakan korban terjatuh dari sepeda dan terluka, karena mereka biasanya langsung menjambret barang milik korbannya,” tuturnya.

Para tersangka biasanya beraksi dengan menggunakan sepeda motor, dan modusnya adalah menyasar pesepeda yang melintas di tempat sepi.(gw/fin)