Pesan Ancaman Penggal Kepala Meluas

DIRIKAN PARTAI OPOSISI: Protes kematian jurnalis Jamal Khashoggi di Trafalgar Square, London, Inggris terus meluas hingga Minggu (4/10). Sejumlah tokoh Arab Saudi di Inggris pun menginisiasi mendirikan partai oposisi baru setelah mereka mendapat ancaman pemenggalan kepala.FOTO: TAYFUN SALCI/ANADOLU

JAKARTA – Warga diaspora Arab Saudi meluncurkan partai oposisi baru yang diberi nama Partai Majelis Nasional. Ini tepat pada peringatan tahun kedua kematian jurnalis Jamal Khashoggi.

Dari lapor harian The Guardian pada Minggu (4/10). Dasar pendirian ini lantaran mereka telah diancam dengan pemenggalan kepala yang terus meluas. Dukungan finansial pun terus mengalir deras dengan langkah yang dilakukan para tokoh timur tengah itu.

Ya, Partai Majelis Nasional didirikan oleh sekelompok intelektual Saudi yang bertujuan untuk membangun dukungan baik di dalam maupun di luar kerajaan untuk pemerintahan yang demokratis. Harian Inggris itu mengatakan partai tersebut akan menjadi lembaga demokrasi terpilih pertama di dalam negeri selama 90 tahun.

Madawi al-Rasheed adalah seorang sarjana dan salah satu pendiri partai itu. The Guardian mengatakan bahwa kepemimpinan partai sudah dibombardir oleh ancaman, termasuk ancaman pemenggalan, karena kami melanggar tabu mengucapkan kata demokrasi dan partai politik.

Rasheed sendiri mengatakan partai baru, yang non-sektarian, juga akan menunjukkan betapa hampa klaim Pangeran Mohammed bin Salman untuk memodernisasi Arab Saudi.

Bin Salman adalah putra mahkota Saudi dan pewaris takhta, dan Rasheed mengatakan kepada Guardian bahwa keluarga kerajaan masih menuntut kepatuhan penuh.

Khashoggi (59) seorang kolumnis harian The Washington Post, dibunuh dan jasadnya dipotong-potong oleh sekelompok agen Saudi tak lama setelah dia memasuki konsulat Saudi di Istanbul, Turki pada 2 Oktober 2018.

Riyadh memberikan narasi yang saling bertentangan untuk menjelaskan hilangnya Khashoggi sebelum mengakui bahwa dia telah dibunuh di gedung diplomatik dalam operasi nakal.

Pengadilan Kriminal Riyadh meringankan hukuman mati yang dijatuhkan tahun lalu kepada terdakwa menjadi hukuman penjara hingga 20 tahun. Proses persidangan di Saudi itu banyak menuai kritikan.

Peringatan dua tahun pembunuhan jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi diperingati pada Jumat (2/10) di Istanbul. Upacara peringatan itu diadakan di luar gedung konsulat oleh NGO internasional dan sekelompok hak asasi manusia. Peserta upacara mengheningkan cipta selama satu menit untuk menghormati Khashoggi yang dibunuh secara brutal di konsulat Saudi.

Yasin Aktay, penasihat ketua Partai Keadilan dan Pembangunan yang berkuasa di Turki, mengatakan bahwa mereka yang bertanggung jawab atas pembunuhan Khashoggi berutang kebenaran kepada dunia. ”Masih belum ada jawaban untuk pertanyaan yang sangat sederhana. Di mana jasad Jamal Khashoggi?” tanya Aktay.

”Pertanyaan yang membuat penasaran seluruh dunia dan ditanyakan oleh kerabatnya ini masih harus dijawab oleh pengadilan. Bahkan jika pertanyaan sederhana ini tidak bisa dijawab, jelas pengadilan yang Anda (Saudi, Red) dirikan tidak layak,” sebut dia.

”Dalam lingkungan di mana tersangka biasa dapat mengontrol pengadilan di Arab Saudi, tidak mungkin mendapatkan putusan yang adil di sana,” imbuh dia.

Acara tersebut juga dihadiri oleh Turan Kislakci, ketua Asosiasi Media Turki-Arab, yang mengatakan bahwa mereka memiliki tiga tuntutan sejak awal kasus dan masih berlaku.

”Yang pertama adalah keadilan akan ditegakkan. Keadilan belum terlayani kita masih di titik yang sama. Yang kedua adalah tubuh Jamal Khashoggi. Sudah dua tahun kami mendesak, tapi masih belum ada penjelasannya,” kata Kislakci.

”Ketiga, mengubah gedung konsulat tempat dia dibunuh ini menjadi Museum Jamal Khashoggi. Kami masih meminta otoritas Saudi untuk itu. Ketiga tuntutan ini masih berlaku,” kata dia.

Khashoggi (59) seorang kolumnis harian The Washington Post, dibunuh dan jasadnya dipotong-potong oleh sekelompok agen Saudi tak lama setelah dia memasuki konsulat Saudi di Istanbul. Pengadilan Kriminal Riyadh meringankan hukuman mati yang dijatuhkan tahun lalu kepada terdakwa menjadi hukuman penjara hingga 20 tahun. Proses persidangan di Saudi itu banyak menuai kritikan. (fin/ful)