Perekonomian Indonesia Masih Dalam Teritori Negatif

buruh
Menteri Keuangan Sri Mulyani (Instagram@smindrawati)

JAKARTA – Akhir September ini akan menjadi penentu bagi perekonomian Indonesia. Menteri Keuangan Sri Mulyani menegaskan pada kuartal III mendatang, Indonesia masih berada dalam teritori negatif.

“Kementerian Keuangan melakukan revisi prakiraan pada September ini. Yang sebelumnya diperkirakan tahun ini minus 1,1 hingga positif 0,2, prakiraan terbaru adalah kisaran minus 1,7 hingga minus 0,6 persen,” kata Sri Mulyani di Jakarta, Selasa (22/9).

Hal itu, lanjutnya, menandakan pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal III mendatang, masih berada dalam teritori negatif. Sedangkan kuartal IV diperkirakan mendekati nol persen. “Kita akan upayakan pada kuartal IV bisa mendekati nol persen atau positif,” paparnya.

Satu-satunya komponen pengeluaran yang masih bisa berkontribusi positif adalah konsumsi pemerintah. Pada akhir 2020 diperkirakan tumbuh 0,6 persen hingga 4,8 persen.

Sedangkan, konsumsi rumah tangga pada akhir 2020 diperkirakan tumbuh negatif pada kisaran minus 2,1 persen hingga minus 1 persen, PMTB terkontraski pada kisaran minus 5,6 persen hingga minus 4,4 persen. Selanjutnya ekspor tumbuh negatif pada kisaran minus 9 persen hingga minus 5,5 persen.

Dengan perkiraan tersebut, Indonesia diproyeksikan akan mengalami resesi alias pertumbuhan negatif. Kondisi serupa juga sudah lebih dulu dialami negara-negara besar maupun berkembang lainnya.(rh/fin)