Percepat Penyidikan Kasus Kebakaran Gedung Kejagung

kejaksaan agung
Gedung Kejaksaan Agung Pasca Kebakaran (wikipedia)

JAKARTA – Bareskrim Polri akan melakukan gelar perkara atau ekspose kasus kebakaran Gedung Utama Kejaksaan Agung (Kejagung). Dalam kasus ini tim penyidik telah memeriksa 68 saksi termasuk tujuh ahli.

Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Ferdy Sambo mengatakan tim penyidik gabungan kembali memeriksa 12 saksi terkait kasus kebakaran Gedung Utama Kejagung.

“Hari ini, Pemeriksaan saksi sebanyak 12 orang,” katanya, Selasa (29/9).

Ferdy merincikan ke-12 saksi yang diperiksa di antaranya, Petugas Pengamanan Dalam (Pamdal), cleaning service, PNS Kejagung, Petugas Pemadam Kebakaran dan Ahli Bangunan dari Kemen PUPR.

Ditambahkan Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Awi Setiyono, hari ini penyidik juga telah melaksanakan evaluasi pemeriksaan untuk percepatan penyidikan kasus dalam rangka penentuan tersangka.

“Penyidik juga melengkapi administrasi terkait dengan pembuatan resume, penyusunan resume terkait percepatan proses penyidikan,” katanya.

Awi juga mengatakan tim penyidik tengah menyusun bahan paparan terkait rencana gelar perkara dengan jaksa penuntut umum (JPU) atau P-16 guna melaksanakan ekspose bersama.

“Rencananya akan dilaksanakan besok (hari ini -red) Rabu, 30 September 2020,” ungkapnya.

Penyidik terus memeriksa para saksi untuk menemukan pelaku penyebab terjadinya kebakaran hebat di Gedung Utama Kejaksaan Agung.

Pelaku nantinya bakal dijerat dengan Pasal 187 KUHP dan atau 188 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal kurungan penjara selama 15 tahun.(gw/fin)