Peran Guru Belum Bisa Digantikan Teknologi

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim ketika mengunjungi kantor pusat Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). (Instagram@nadiemmakarim)

JAKARTA – Pandemi virus corona (covid-19) memaksa dunia pendidikan harus cepat beradaptasi dengan pemanfaatan sistem teknologi. Namun faktanya, proses interaksi sosial antara guru dan murid di dalam kelas hingga saat ini belum bisa digantikan oleh teknologi.

Buruknya penerapan sistem Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) saat ini menjadi bukti, bahwa pembelajaran dalam jaringan (Daring) bagi siswa di rumah dinilai kurang efektif, karena dalam memberikan pelajaran tidak bertatap muka secara langsung.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengakui, bahwa salah satu yang paling penting dalam proses pemebelajaran adalah interaksi sosial antara guru dan murid di dalam kelas dan hal itu tidak bisa digantikan oleh teknologi.

“Pandemi ini memberikan kita pelajaran penting, bahwa nilai utama dalam proses pembelajaran adalah interaksi sosial, dan ini tidak dapat digantikan oleh teknologi apapun,” kata Nadiem, dalam acara peringatan Hari Guru Sedunia 2020 di Jakarta, Kamis (8/10).

Nadiem juga melihat, selama pandemi ini begitu besar peran guru bagi muridnya. Tidak hanya membantu murid dalam kegiatan pembelajaran, guru juga memiliki peran mendukung kesehatan mental para siswa khususnya di masa penuh tekanan seperti saat pandemi.

“Terima kasih saya yang tak terhingga bagi ibu dan bapak guru yang telah mengorbankan waktu dan tenaga demi para murid,” ujarnya.

Kendati demikian, Nadiem tetap mendorong agar penggunaan teknologi dalam kegiatan belajar mengajar ke depannya bisa lebih ditingkatkan. Sebab, dalam kondisi pandemi sekarang ini, teknologi menjadi sebuah alernatif agar tetap berlangsungnya proses pendidikan.

“Saat ini teknologi telah mengubah cara hidup manusia. Oleh karena itu, mari kita manfaatkan teknologi, maksimalkan kemampuan mengajar kita,” ujarnya.(der/fin)