Pemulihan Ekonomi, Pemerintah Luncurkan Sejumlah Program

covid-19
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto mengatakan, akibat virus Corona Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Agustus 2020 melonjak menjadi 7,07 persen.(Instagram@airlanggahartarto_official)

JAKARTA – Dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), pemerintah meluncurkan sejumlah program baru. Langkah ini ditempuh sebagai wujud komitmen Pemerintah dalam menjawab tantangan situasi pandemi terkini. Meski demikian terdapat sejumlah kelemahan yang harus segera dibenahi di tengah merosotnya kondisi ekonomi bangsa.

”Pemerintah meluncurkan eskalasi program-program padat karya, subsidi upah, dan perluasan pemberian kredit,” tutur Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam pidato pembuka Sidang Pleno Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) pada Rabu (26/8), di Jakarta.

Program padat karya yang kini tengah berjalan, lanjut Airlangga, segera ditingkatkan intensitasnya. Menurutnya, hal ini dapat mengurangi tekanan pengangguran dan meningkatkan pendapatan dan daya beli masyarakat dalam upaya Pemulihan Ekonomi Nasional.

Bantuan Subsidi Upah (BSU) akan diberikan kepada pekerja pegawai swasta. Bantuan akan diberikan sebesar Rp600 ribu/bulan untuk satu orang pekerja selama 4 bulan dan disalurkan dalam 2 tahap, yaitu pada kuartal III dan kuartal IV tahun 2020.

Baca Juga : Industri Syariah Berperan Perkuat Ekonomi Nasional

Tidak sembarang pekerja swasta, Airlangga menyebutkan bahwa terdapat beberapa kriteria pegawai swasta yang dapat menerima bantuan ini. Salah satunya adalah pekerja dengan upah di bawah Rp5 juta/bulan yang mengalami tekanan akibat Covid-19 dan tenaga kerja aktif yang terdaftar dalam BP Jamsostek.

”Selanjutnya kartu prakerja diprioritaskan untuk mereka yang tidak terdaftar di BP Jamsostek yang sudah diberikan bantuan upah. Kami telah kembangkan kartu prakerja dari skema awal targetnya 2 juta, kini skemanya menjadi 5,6 juta,” lanjutnya.

Program perluasan pemberian kredit juga ditujukan bagi rumah tangga dan korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Fasilitas bunga 0% disalurkan melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang diperluas. ”Tahap awal dengan target mencapai 2 juta nasabah tahun 2020. Dengan plafon pinjaman diperkirakan Rp6-10 Juta,” kata Airlangga.(fin/ful)