Pemerintah Mengendus Adanya Tiga Kelompok Radikal

kelompok radikal
Ilustrasi

JAKARTA – Pemerintah telah mengendus adanya tiga kelompok radikal yang mengatasnamakan agama tertentu. Bahkan BNPT secara berkala telah mendapatkan informasi dan data terkait gerakan terselubung dan tersebar dari berbagai daerah.

Kelompok pertama, berupaya mengganti Indonesia atau negara Pancasila menjadi negara yang bukan Pancasila. Kelompok ini disebut Hizbut Tahrir Indonesia yang dibubarkan pemerintah pada 19 Juli 2017.

Kedua adalah Majelis Mujahidin Indonesia (MMI). Kelompok ini disebut tidak ingin mengganti negara Pancasila. Akan tetapi, mereka menghendaki semua hukum yang berlaku harus hukum Islam.

Ketiga adalah Komite Persiapan Penegakan Syariat Islam (KPPSI) di Sulawesi Selatan. Kelompok ini dinyalir ingin menegakkan syariat Islam di berbagai daerah.

Kepala BNPT Komjen Pol Boy Rafli Amar MH menyebut masih ada kalangan yang mempertentangkan antara Pancasila dengan agama.

”Generasi muda saat ini jangan sampai menjadi korban kebingungan. Para tokoh alim ulama tentu diharapkan perannya dalam menyampaikan pemahaman ini,” kata mantan Waka Lemdiklat Polri itu, Senin (5/10).

Ditambahkannya, tiga upaya pencegahan membangun kesiapsiagaan nasional, kontra radikalisasi dan deradikalisasi terus dilakukan.

”Dan ini semuanya tentu perlu peran dari semua elemen bangsa. Tidak hanya pemerintah daerah, tetapi juga tokoh agama dan tokoh masyarakat,” kata Boy Rafli yang dipertegas dalam keterangan resminya.(fin/ful)