Paul Scholes Kritik Keras Pertahanan Setan Merah

manchester united
Mantan gelandang Manchester United, Paul Scholes mengkritik keras barisan pertahanan Setan Merah. (Ist)

JAKARTA – Hasil minor yang diraih Manchester United kala bertamu ke Istanbul Basaksehir di matchday ketiga Liga Champions, di Fatih Terim Stadium, Kamis (5/11) dini hari WIB kian memunculkan spekulasi pemecatan Ole Gunnar Solskjaer sebagai pelatih.

Ya, dalam laga tersebut MU ditekuk 1-2 dari tim asal Turki Basaksehir. Kekalahan itu, sekaligus menjadi yang kedua bagi Setan Merah setelah sebelumnya di ajang Liga Inggris kalah dari Arsenal 0-1.

Setelah pertandingan, Mantan gelandang Manchester United, Paul Scholes mengkritik keras barisan pertahanan Setan Merah. Menurutnya, pemain belakang Manchester United bermain seperti tim usia kanak-kanak.

“Ini seperti permainan sepak bola di bawah usia 10 tahun. Anda bisa mengerti jika momen itu terjadi pada menit-menit terakhir, tapi ini terjadi pada 10 menit awal. Ini memalukan,” kata Scholes kepada BT Sport.

“Para pemain bertahan harus lebih baik, permainan ke depan juga bisa lebih baik. Secara defensif, mereka harus bertanggung jawab. Anda harus bertahan satu lawan satu di Manchester United dan mereka tampaknya tidak mampu melakukannya,” sambungnya

Bukan hanya pertahanan yang menjadi sasaran kritik Scholes. Mantan gelandang Manchester United itu juga mengkritik penampilan Anthony Martial.

“Pergerakan dari penyerang tengah hampir tidak ada. Anthony Martial, berapa kali saya melihat ketika seorang gelandang menguasai bola, dia hanya berdiri di antara dua bek tengah dan tidak melakukan apa-apa,” imbuh Scholes.

“Saya adalah penggemar berat Martial, tapi sering kali saya melihat dia cuma berjalan. Dia harus menyadari sebagai penyerang tengah, sesekali Anda harus bergerak jika ingin mencetak gol.

Jika pada Sabtu akhir pekan nanti MU kembali kalah saat melawan Everton, bukan tak mungkin dewan klub mempertimbangkan Solskjaer untuk angkat kaki.

Apalagi saat ini sederet nama pengganti sudah beredar. Mulai dari Mauricio Pochettino, Massimiliano Allegri, Ralph Hasenhuttl, Laurent Blanc, hingga Brendan Rodgers.(der/fin)