Orang Miskin di Tengah Covid-19 Diprediksi Bertambah

resesi ekonomi
Ilustrasi

JAKARTA – Pandemi Covid-19 diketahui telah merontokkan perekonomian di banyak negara, termasuk Indonesia. Imbasnya, diperkirakan jumlah masyarakat miskin akan bertambah.

Mengenai kondisi ini, Bank Dunia memperkirakan akan ada 5,5-8 juta masyarakat Indonesia masuk dalam kategori miskin karena terdampak virus corona.

“Kondisi ini (pandemi Covid-19) membuat masyarakat semakin sulit untuk mencari nafkah. Banyak pekerja di beberapa sektor yang terdampak seperti transportasi dan konstruksi,” kata World Bank Lead Economist untuk Indonesia, Frederico Gil Sander dalam video daring, kemarin (16/7).

Baca Juga: Penderita Covid-19 di Indonesia Diprediksi Akan Tembus 120 Ribu Pada Agustus

Karenanya, lanjut dia, apabila pertumbuhan ekonomi pada kuartal II,III, hingga IV/2020 berlanjut kontraksi negatif, maka masyarakat miskin Indonesia akan bertambah.

“Jika tidak ada dukungan yang masif dari pemerintah, di mana ekonomi kontraksi hingga minus. Maka, jumlah orang miskin akan meningkat sangat signifikan,” ujarnya.

Menurutnya, jumlah orang miskin bertambah lantaran terjadi penurunan agregat pendapatan dalam sektor rumah tangga dan hilangnya pekerjaan untuk 2,6-3,6 juta orang, baik karena dirumahkan maupun di PHK.

“Terjadi penurunan pendapatan yang tajam ada di sektor jasa tradisional dan pertanian serta manufaktur,” ucapnya.

Baca Juga: Korea Selatan Gelar Pemilu di Tengah Pandemi

Dia menjelaskan, penambahan angka orang miskin tidak akan bertambah, apabila pemerintah melakukan langkah yang tepat untuk menekan angka kemiskinan. Pemerintah sendiri telah menggelontorkan ratusan triliun guna Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) akibat pandemi Covid-19.

“Tanpa ada dukungan pemerintah, maka akan ada jutaan orang jatuh ke kemiskinan. Oleh karena itu penargetan sangat penting, terutama bagi masyarakat yang terdampak hilangnya pendapata karena pandemi,” ucapnya.(din/fin)