Negosiasi Bisa Atasi Utang RI

inflasi

JAKARTA – Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia yang tinggi menyedot perhatian masyarakat Indonesia. Hingga akhir Mei 2020, Bank Indonesia (BI) mencatat Rp5.990 triliun atau nyaris tembus Rp6.000 triliun dengan kurs 14.800 per Dolar Amerika Serikat (AS).

Untuk mengatasi ULN, ekonom senior Rizal Ramli memberikan saran dengan melakukan negosiasi dan renegosiasi atas ULN. Dengan demikian, bisa memotong besaran utang. Langkah ini pernah dilakukan saat ia menjabat sebagai mentei keuangan di era Presiden Abdurrahman Wahid.

Baca Juga: Bank Indonesia: Kinerja Penjualan Eceran Anjlok Mei 2020

Negosiasi yang dilakukannya saat itu berhasil. Pemerintah Jerman setuju atas pemotongan utang Indonesia hingga 600 juta Dolar AS. Kompensasinya, Indonesia harus menyediakan lahan untuk konservasi seluas 300 ribu hektare di Kalimantan. Nah, saat ini pemerintah Indonesia bisa melakukan hal serupa, yakni negosiasi dengan negara-negara pemberi utang. Rizal meyakini jika negosiasi dilakukan bisa mengurangi utang Indonesia hingga 20 miliar Dolar AS.

Baca Juga: Pemerintah Tolak Negosiasi dengan Cina

Rizal meminta pemerintah Indonesia bisa melobi pemerintah Kanada, Eropa, untuk mengurangi utang dengan kompensasi lahan konservasi. Hal itu diyakini utang Indonesia bisa berkurang lebih dari 20 miliar Dolar AS. “Bahkan, bisa lebih dari 20 miliar Dolar utang Indonesia bisa dipotong,” ujarnya, kemarin (18/7).(din/fin)