Mundurnya Tiga Ormas Besar, Nadiem Makarim Minta Maaf

belajar tatap muka
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim. (Instagram@nadiem_makarim__)

JAKARTA – Program Organisasi Penggerak (POP) yang digagas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) terus menjadi polemik di kalangan publik. Mundurnya tiga organisasi masyarakat (ormas) besar seakan menjadi jawaban, bahwa ada ketidakberesan dalam program tersebut.

Ya, dalam waktu bersamaan, tiga ormas besar yang sebelumnya masuk dalam POP dengan tegas menyatakan mundur dari program tersebut. Ketiga ormas itu diantaranya, Lembaga Pendidikan Maarif NU, PP Muhammadiyah dan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).

Mundurnya tiga ormas besar tersebut menjadi cambukan besar bagi Kemendikbud. Karena dapat dikatakan, bahwa ketiga ormas ini merupakan organisasi yang telah memberikan kontribusi besar terhadap pembangunan dan perkembangan pendidikan di Indonesia.

Sebagai orang yang bertanggungjawab terhadap program tersebut, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim akhirnya meminta maaf kepada NU, Muhammadiyah, dan PGRI soal kisruh POP. Ia berharap, ketiga organisasi besar tersebut bersedia memberikan bimbingan dalam melaksanakan programnya.

Permintaan maaf Mendikbud, Nadiem Makarim ini diunggah melalui video berdurasi 2,36 menit di akun resmi Kementerian Pendidikan Selasa 28 Juli 2020.

“Dengan penuh rendah hati, saya memohon maaf atas segala keprihatinan yang timbul dan berharap agar tokoh dan pimpinan NU, Muhammadiyah, dan PGRI bersedia untuk terus memberikan bimbingan dalam proses pelaksanaan program yang kami sadari betul masih belum sempurna,” kata Nadiem, seperti ditulis, Rabu (29/7).

POP merupakan salah satu program unggulan Kemendikbud. Program itu bertujuan untuk memberikan pelatihan dan pendampingan bagi para guru penggerak untuk meningkatkan kualitas dan kemampuan peserta didik.(der/fin)