MUI Larang Ibadah Berjamaah

virus corona

JAKARTA – Penyebaran COVID-19 di Indonesia semakin tinggi. Bahkan beberapa hari belakangan kasusnya ada yang menembus angka 3 ribuan. Untuk menekan angka penyebaran, Majelis Ulama Indonesia (MUI) melarang ibadah berjamaah.

Wakil Ketua Umum MUI KH Muhyiddin Junaidi mengingatkan agar daerah-daerah yang penyebaran kasus COVID-19 tak dapat dikendalikan untuk meniadakan ibadah berjamaah. Demikian pula dengan kegiatan-kegiatan keagamaan lainnya yang mengundang kerumunan.

“Di daerah yang penyebaran virusnya tidak terkendali, umat Islam untuk tidak melaksanakan Salat Jumat dan salat lima waktu berjamaah di masjid dan atau mushalla,” kata Muhyiddin, Kamis (10/9).

Baca Juga : Dua Opsi Pengembangan Vaksin Covid-19

Namun, lanjutnya, untuk daerah yang penyebaran virusnya dapat dikendalikan pelaksanaan Shalat Jumat dan shalat lima waktunya hendaklah memperhatikan protokol kesehatan yang ketat.

“Jangan lupa di masa pandemi ini, umat Islam agar meningkatkan amal shalih dengan membantu saudara-saudara serta handai taulannya berupa zakat infak dan sedekah, terutama untuk tetangga yang tidak mampu memenuhi kebutuhan pokoknya,” pintanya.

Dia juga berpesan kepada para dai, agar menyampaikan kepada jamaahnya dalam setiap ceramah dan pengajiannya soal pentingnya mematuhi protokol kesehatan yang ada seperti memakai masker, sering cuci tangan dan menjaga jarak.

Muhyiddin mengajak umat Islam untuk membaca doa agar seluruh umat manusia dapat terhindar dari infeksi virus corona jenis baru SARS-CoV-2.

“Supaya membaca Qunut Nazilah pada setiap salat wajib lima waktu agar kita semua terhindar dari wabah COVID-19,” katanya.

Ditambahkan Ketua MUI Medan M Hatta, dalam keterangannya mengatakan para ulama harus bisa menjadi pemimpin yang baik bagi masyarakat dalam mencegah penyebaran COVID-19.

“Sebagai ulama, kita harus menjadi contoh dan tauladan bagi masyarakat dalam pencegahan penyebaran COVID-19,” katanya.(gw/fin)