Mikel Arteta: Saya Tidak Pernah Khawatir

Mikel Arteta. (Instagram)

LONDON – Sebanyak 10 laga yang dilakoni di Premier League musim ini, Arsenal berada pada titik terendahnya sejak 1981. Namun, sang pelatih, Mikel Arteta tidak gusar dengan posisinya di klub.

Kalah 1-2 dari Wolves, The Gunners, kini hanya mampu bertengger di posisi 14 klasemen sementara. Kondisi ini mengingatkan Arsenal pada situasi mereka 39 tahun silam. Kekalahan tersebut adalah yang kelima dalam 10 laga Premier League terakhir. Kekalahan ini, juga bertepatan dengan setahun dipecatnya Unai Emery dari kursi kepelatihan Arsenal.

“Di hari pertama (setelah menggantikan Unai Emery), saya tahu jika suatu hari masa itu juga akan tiba pada saya. Mau itu dipecat atau meninggalkan klub ini dengan sendirinya. Kendati demikian, saya juga tidak tahu kapan itu akan pada akhirnya terjadi. Menjalani profesi ini, saya tahu sekali bahwa hal ini tak terhindarkan. Karenanya saya tidak pernah khawatir akannya,” kata Arteta, seperti dikutip dari BBC Sport, Senin (30/11).

Meski tidak dalam performa terbaiknya, Dani Ceballos meyakini jika keberadaan Arteta di Emirates, setidaknya masih jauh lebih baik, ketimbang Arsenal di bawah kepemimpinan Unai Emery. Kala itu, Arsenal mencatatkan rekor memalukan, dengan kalah tujuh kali secara berturut-turut di musim 2019/2020. Alasan mengapa eks pelatih PSG itu, harus angkat kaki dari klub yang berbasis di kota London itu.

“(Di era Unai Emery) Arsenal bagaikan tim yang sudah menjelang ajalnya. Namun setelah kedatangan Mikel Arteta, kami menang FA Cup dan Community Shield. Dua trofi itu bahkan ia persemahkan dalam waktu kurang dari setahun. Para pemain juga mempercayainya 100 persen. Arsenal membutuhkannya, karena sebagian besar, inisiatif adalah ditangannya,” kata Dani Ceballos dalam wawancaranya dengan The Sun.

Sayangnya, kondisi tim yang dulunya salah satu raksasa Inggris itu, sangatlah memprihatinkan. Jika mengingat era keemasannya saat masih ditukangi Arsene Wenger, pasti tidak akan percaya dengan kondisi Arsenal saat ini. Data juga mencatat, jika dalam beberapa tahun terakhir, Arsenal tidak pernah finis di empat besar, membuat mereka absen dari Champions League, yang dihuni juara-juara Eropa itu.

“Sebab itu, Arsenal harus berjuang untuk finis di empat besar (musim ini). Namun jika sebelumnya hanya ada lima tim lainnya yang juga berebutan jatah Champions, kini totalnya ada enam bahkan tujuh tim. (Meski kita sedang di bawah) namun liga ini sangat kompetiti, tim satu bisa mengalahkan lainya. Akan tiba saatnya untuk kami (bangkit),” kata pemain Real Madrid yang dalam masa pinjaman itu.

Arteta sendiri dipilih manajemen The Gunners tepat dua musim lalu. Kepergian Arsene ‘The Professor’ Wenger dari kursi kepelatihan, memaksa Arsenal cepat-cepat menemukan suksesornya. Beberapa nama seperti Patrick Vieira, bahkan Thiery Henry sempat dikaitkan dengan posisi panas ini. Hanya saja, Arteta yang punya pengalaman lebih dalam manajerial, lantaran belajar banyak dari bos Manchester CIty, Pep Guardiola. (ruf/gw/fin)