May Day di Tengah Pandemi, Buruh Sampaikan Aspirasi Lewat Medsos

Ribuan masa Mayday 2019 hadir 12 element serikat pekerja (Buruh), di Bundaran Patung Kuda, Jakarta, (1/5/2019). Seluruh kelompok element memberikan aspirasi dari seluruh buruh yang hadir di hari Mayday 2019, seluruh masa di brikade keamanan di depan Bundaran Patung Kuda, masa meminta pemerintah agar menerima permintaan lima tuntutan di hari Mayday 2019. FOTO: Faisal R Syam / FAJAR INDONESIA NETWORK.

JAKARTA – Federasi Serikat Buruh Karya Utama-Konfederasi Serikat Nasional (FSBKU-KSN) memanfaatkan peringatan Hari Buruh atau May Day 1 Mei 2020 bersamaan kondisi pandemi COVID-19 dengan penyampaian apirasi buruh kepada pemerintah dan para pihak melalui media sosial.

“Kegiatan May Day kali ini tidak ada aksi massa, kita lakukan aksi online nasional di sosmed bersama semua organisasi buruh,” kata perwakilan dari FSBKU-KSN Lampung, Funky Rulita Sari saat dihubungi, Jumat.

Para buruh meminta pemerintah untuk juga menjaga kalangan buruh agar terhindari dari penyebaran virus corona, dan adanya kepastian ikut tertangani dalam upaya mengatasi warga terdampak pandemi.

BACA JUGA: Bungkam Said Didu, Guru Besar Univ Airlangga Posting Foto Wisuda Jokowi

Dikatakan, para buruh memiliki aliansi bernama Gerakan Buruh Bersama Rakyat (GEBRAK) yang akan melakukan live streaming orasi politik dari konfederasi buruh, dan untuk para anggotanya akan serentak memasang postingan foto dengan tuntutan #gagalkanomnibuslaw di sosmed.

Pada orasi politiknya nanti federasi akan fokus kedua hal yakni meminta kepada pemerintah untuk menghentikan pembahasan omnibuslaw sebab Rancangan Undang-Undang tersebut bukanlah produk hukum yang berpihak kepada rakyat.

Read more