Lonjakan Kasus Saat Libur Panjang Jangan Sampai Terulang

covid-19
Presiden Joko Widodo. (Instagram@jokowi)

JAKARTA – Presiden Joko Widodo meminta jajarannya mencegah terjadinya lonjakan kenaikan kasus penularan COVID-19. Terutama saat libur panjang selama lima hari. Yakni sejak Rabu (28/10) hingga Minggu (1/11) mendatang.

“Kita memiliki pengalaman libur panjang 1,5 bulan lalu. Tepatnya akhir Agustus 2020. Setelah itu terjadi kenaikan kasus COVID-19 yang agak tinggi,” kata Jokowi dalam rapat terbatas mengenai Antisipasi Penyebaran COVID-19 Saat Libur Panjang Akhir Oktober 2020 di Jakarta, Senin (19/10).

Dia mengingatkan agar lonjakan kenaikan kasus COVID-19 saat musim libur panjang jangan sampai terulang. Menurutnya, hingga 18 Oktober 2020, penanganan COVID-19 di Indonesia, sudah menunjukkan perbaikan.

Misalnya, tingkat kasus aktif COVID-19 di Indonesia telah menurun menjadi 17,69 persen dibanding bulan sebelumnya. Persentase kasus aktif COVID-19 itu lebih rendah dibanding kasus aktif COVID-19 di dunia sebesar 22,54 persen.

Sementara untuk tingkat kesembuhan di Indonesia, saat ini 78,84 persen atau lebih tinggi dari rata-rata kesembuhan pasien COVID-19 di dunia yaitu 74,67 persen.

“Hal seperti ini harus terus kita perbaiki. Sehingga diharapkan tren kasus di Indonesia semakin menurun,” paparnya.(rh/fin)