Kuasa Hukum John Kei Ajukan Penangguhan Penahanan

JAKARTA – Penangkapan John Refra alias John Kei dalam kasus pembunuhan berencana berimbas pada pencabutan pembebasan bersyaratnya. Bapas Bogor menilai John Kei melakukan pelanggaran ketentuan saat menjalankan masa pembebasan bersyarat.

John Kei dan kelompoknya yang kini ditahan di Polda Metro Jaya dijerat pasal berlapis. Di antaranya Pasal 88 KUHP tentang permufakatan jahat, Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan, Pasal 170 KUHP tentang perusakan, dan Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 195. John Kei pun terancam hukuman maksimal pidana mati.

Sementara itu, kuasa hukum John Kei, Anton Sudanto berencana mengajukan permohonan penangguhan penahanan John Kei dan anak buahnya ke Polda Metro Jaya. Dia mengatakan penangguhan penahanan adalah hak tersangka yang diatur dalam undang-undang. Karena itu Anton menilai layak diajukan. “Itu hak tersangka yang diatur dalam KUHAP. Kita selalu bicara soal aturan,” ujar Anton.

Terkait hal ini, keluarga John Kei dan sejumlah pihak lainnya siap menjadi penjamin penangguhan penahanan tersebut. “Ada keluarga, ada rekan-rekan pendeta, tokoh-tokoh bangsa yang mungkin coba ikut menjamin penangguhan penahanan Bang John,” imbuhnya.

Seperti diketahui, Polda Metro Jaya menangkap John Kei dan 29 anak buahnya. Mereka diduga terlibat pengeroyokan dengan senjata tajam yang berujung tewasnya Yustus Corwing Rahakbau (46). Lainnya seorang pria berinisial ME alias A menderita luka berat pada Minggu (21/6).

Selain itu, anak buah John Kei juga terlibat dalam sejumlah tindakan melawan hukum. Seperti penyalahgunaan senjata api dan perusakan serta percobaan pembunuhan terhadap Nus Kei di Cipondoh, Tangerang. Tim Gabungan Polda Metro Jaya telah melakukan penangkapan terhadap John Kei dan 29 anggota kelompoknya serta menetapkan 30 orang tersebut sebagai tersangka.(rh/fin)