Komika Bintang Emon Diserang Buzzer

JAKARTA – Setelah unggahan videonya menyoroti kasus Novel Baswedan viral di media sosial, kini Bintang Emon diserang buzzer. Komika 24 tahun itu dituding mengonsumsi narkoba jenis sabu.

Ernest Prakasa, sebagai seorang sahabat sudah sejak jauh-jauh hari mengingatkan Bintang Emon bahwa bakal disorot publik terkait sikap kritisnya menyuarakan kersehan masyarakat melalui konten Dewan Perwakilan Omel Omel (DPO) di Instagram.

“Gue pernah ingatin kalau dalam posisi Bintang rentan, sangat disorot. Apapun yang dilakukan mendapat banyak sorotan,” kata Ernest, kemarin (15/5).

Terlespas apa yang dikatakan Bintang Emon dianggap benar atau salah pasti akan selalu menjadi sorotan masyarakat.

“Memiliki banyak followers, membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan isu terkini, seperti politil, hukum, pemerintah, pas akan memunculkan reaksi seperti ini,” ucapnya.

Bukan hanya Bintang Emon saja, menurutnya banyak komika lain yang mengkritisi masalah hukum dalam kasus Novel Baswedan. Kebetulan saat ini yang menjadi sorotan Bintang Emon.

“Apa yang dilakukan Bintang juga banyak dilakukan orang lain. Tapi memang dia alami sorotan, karena videonya banyk ditonton dan mudah terdengar banyak pihak,” tuturnya.

Sementara Executive Director Southeast Asia Freedom of Expression Network (SAFEnet) Damar Juniarto menilai, Bintang Emon menjadi target sasaran serang buzzer lantaran berani mengemukakan pendapat secara kritis.

“Saya melihat bahwa dia ditargetkan pada orang-orang yang vokal. Nah, adanya di mana? Ada yang dia aktivis, atau jurnalis mewakili organisasi medianya atau bisa juga tokoh-tokoh yang dikenal publik, misal Standup Comedia,” katanya.

Sebelumnya, Bintang Emon mengunggah video di akun Instagram pribadinya. Lelaki bernama asli Gusti Bintang itu menyindir soal alasan penyiram air keras kepada Novel Baswedan.

“Katanya nggak sengaja, tapi kok bisa sih kena muka? Kan kita tinggal di bumi. Gravitasi pasti ke bawah. Nyiram badan nggak mungkin meleset ke muka, kecuali pak Novel Baswedan emang jalannya handstand, bisa lu protes,” ujar Bintang Emon dalam videonya.

“Pak hakim, saya niatnya nyiram badan. Cuma gegara dia jalannya bertingkah, jadi kena muka’ Bisa, masuk akal. Kita cek, yang nggak normal cara jalannya pak Novel Baswedan atau hukuman buat kasusnya?” tutur Bintang Emon lagi.

“Katanya cuma buat kasih pelajaran. Bos, lu kalau mau kasih pelajaran, pak Novel Baswedan jalan lu pepet. Terus bisikin ‘eh tau nggak kita punya grup yang nggak ada lunya lo’ pergi. Nah pasti insecure tuh, ‘salah gue apa ya?’ Introspeksi pak Novel, pelajaran jatuhnya. Nah air keras mah dari namanya juga keras, kekerasan. Nggak mungkin keairan,” tutupnya.(din/fin)