Klopp: Efek Buruknya Jadwal Tanding

liverpool
Pelatih Liverpool Jurgen Kloop Bersama Dengan Pelatih Manchester City, Pep Guardiola. (Instagram@mrpepguardiola)

MANCHESTER – Liverpool gagal mengamankan kemenangan saat menjalani laga tandang melawan Manchester City, di Etihad Stadium, Minggu (8/11). Keduanya berbagi gol 1-1.

The Reds hanya mampu menciptakan 10 peluang, tiga di antaranya tercatat sebagai shot on target. Mohammed Salah dkk tak mampu memanfaatkan sejumlah serangan selama 90 menit laga. Skuat arahan Jurgen Klopp itu bahkan hanya mampu mencetak satu-satunya gol lewat titik putih, akibat pelanggaran yang dibuat tim lawan saat laga baru berjalan 13 menit.

Klopp meyakini performa buruk timnya karena efek dari buruknya jadwal tanding Premier League. Jadwal begitu ketat, padahal mereka juga harus berkompetisi di ajang Champions League dan juga laga internasional yang melibatkan Timnas masing-masing pemain.

“Anak-anak (Liverpool) sudah pada batas kemampuan mereka. Tidak seharusnya tim yang berlaga (di Champions League pertengahan minggu) sudah harus berlaga lagi (di siang hari di akhir pekan ), kecuali di hari Senin, Mengapa (karena jadwal yang seperti ini) sangat melelahkan. Bayangkan, mereka baru saja bangun tidur dan sudah harus kembali bermain, padahal ini adalah fase pemulihan,” kata Jurgen Kloop seperti dilaporkan BBC Sport, Senin (9/11).

Untuk itu, eks pelatih Borussia Dortmund itu mengusulkan, agar Premier League dapat lebih cermat membuat jadwal tanding, yang tidak merugikan klub yang berkompetisi di level itu. Karena dirinya juga meyakini, bahwa di balik sepakbola yang menarik, adalah sepakbola yang memperhatikan kondisi para pemain yang terlibat di dalamnya.

“Premier League harus berubah. Kalian ingin sepak bola yang menghibur? Berikan para pemain lebih banyak waktu untuk rehat,” kata pelatih asal Jerman yang tidak ketinggalan, meminta industri media untuk terlibat dalam perubahan yang dianggapnya krusial tersebut.

Tidak hanya Klopp, pelatih Manchester City, Pep Guardiola, juga meyakini aturan lima pemain pengganti, harus kembali diaplikasikan demi mengatasi kelelahan pada pemain.

“Saya rasa kami akan berjuang (untuk mengembalikan aturan lima pemain pengganti) ini kembali ke Premier League. Klub-klub di negara lain sudah merealisasikan aturan main ini, karena mereka sadar bahwa saat ini adalah situasi yang luar biasa, terkait dengan pandemi (corona),” ucap Pep Guardiola dalam sesi wawancaranya dengan BBC Radio 5 Live.

“Di sini (Premier League), mereka ingin melakukannya dengan cara yang spesial, beda sendiri. Padahal hal itu tidaklah baik untuk dilakukan, karena juga berarti kita tidak melindungi para pemain (untuk mendapatkan hak mereka). Sebab itu, (aturan lima pemain pengganti) harus kembali diterapkan,” tegas eks pelatih yang pernah sukses menukangi Barcelona dan Bayern Muenchen itu.(ruf/gw/fin)