Klaster Penyebaran Covid-19 di Perkantoran Naik

ancaman
Ilustrasi

JAKARTA – Klaster penyebaran COVID-19 di perkantoran naik dari sebelumnya 68 menjadi 90. Dengan total terkonfirmasi positif dari 440 menjadi 459 kasus.

Anggota Tim Pakar Satgas Penanganan COVID-19 Dewi Nur Aisyah mengatakan hingga 28 Juli 2020 ditemukan 90 klaster perkantoran di DKI Jakarta. Dari klaster ini yang sudah terpapar COVID-19 total mencapai 459 kasus.

Sehari sehari sebelumnya berdasarkan data Dinas Kesehatan DKI Jakarta ada 68 perkantoran yang menjadi klaster penyebaran COVID-19 di Jakarta hingga 27 Juli, dengan 440 kasus positif.

“Namun, jika kita lihat angkanya hampir 10 kali lipat atau ada penambahan 416 kasus sebelum masa PSBB diterapkan yang hanya 43 kasus,” kata Dewi, Rabu (29/7).

Dijelaskannya, sebelum 4 Juni atau pada masa PSBB, jumlah kasus positif di perkantoran sebanyak 43 orang. Sedangkan pada periode 4 Juni sampai dengan 26 Juli kasus bertambah 416 orang atau 9,6 kali lipatnya.

“Ini kita alert, bagaimanapun dan di manapun berada tetap pastikan protokol kesehatan,” jelasnya.

Dikatakannya, ada dua kemungkinan penyebab peningkatan kasus tersebut. Pertama, bisa jadi di lingkungan perkantoran ada orang yang positif kemudian menularkan pada orang lain.

Orang yang positif tersebut, kemungkinan bisa juga telah terpapar selama di perjalanan menuju kantor misalnya di transportasi umum dan sebagainya.

“Kemudian bisa juga ia terpapar di lingkungan rumah,” katanya.(gw/fin)