Kesuksesan Hamilton Karena Faktor Mobil Balapnya

Lewis Hamilton
Lewis Hamilton. (Instagram@lewishamilton)

PORTIMAO – Lewis Hamilton adalah pebalap F1 yang mampu melewati rekor milik Michael Schumacher. Setelah 14 tahun berkarir di Formula 1 (F1), pebalap Inggris itu, mampu mengamankan gelar Juara Dunia keenamnya. Ini telah melewati catatan impresif lima gelar Juara Dunia milik Schumacher kala masih bersama Ferrari.

Namun, menurut Max Verstappen, rekor impresif pebalap Mercedes itu, bukan karena kehebatannya. Tapi karena faktor mobil balapnya.

“Dukungan mesin Mercedes, merupakan rahasia kesuksesan Hamilton usai meninggalkan Ferrari,” ujar pebalap Red Bull Racing-Honda itu dikutip situs resmi F1, Selasa (10/11).

Verstappen yakin, 90 persen pebalap yang berkompetisi di F1, akan mampu tampil sehebatnya Hamilton. Jika mengendarai Mercedes W11.

Seperti diketahui, Verstappen dan Pierre Gasly, adalah hanya dua di antara sekian banyak pebalap F1, yang mampu memenangkan Grand Prix, yang bukan pengendara Mercedes.

“Hal itu tidak membuat saya frustasi. Saya sangat menghormati hasil yang mereka capai. Saya juga tidak mempermasalahkan Lewis di mobil Mercedes. Namun sejujurnya, 90 persen pebalap (F1) bisa menang di kompetisi ini dengan mobil itu (Mercedes W11). Saya tidak punya masalah dengan dia, namun mobil itu lebih dominan (dari pebalapnya),” kata pebalap yang finis di posisi ketiga musim lalu itu.

Meski demikian, pebalap asal Belanda itu mengatakan Red Bull tidak akan tinggal diam untuk tahun depan. Kekurangan yang dimiliki timnya musim ini, tak akan terlihat musim mendatang.

“Ada beberapa aspek yang perlu diperbaiki. Pertama-tama, kami selalu lamban di awal-awal musim, sebab itu kami perlu melakukan pendekatan yang berbeda ke depannya. Kami harus bisa memastikan bahwa performa kami bisa melesat di awal, dan dengan performa mobil yang lebih kompetitif,” jelasnya.

Verstappen yakin masih butuh waktu bagi dirinya dan Red Bull, untuk bisa menantang Mercedes dengan keterbatasan. Musim 2021, masih terlalu cepat bagi mereka, untuk bisa bersaing di level yang sama dengan juara konstruktor tujuh kali berturut-turut itu.

“Secara pribadi, saya pikir sulit untuk bersaing (di musim 2021) dengan keterbatasan yang ada saat ini, jika bicara soal kemampuan kita dalam mengembangkan mobil. Mungkin tidak semua orang di tim kami sependapat dengan saya. Namun saya mencoba realistis, saya rasa kita belum bisa. Jadi musim depan sepertinya akan menjadi musim yang berat lainnya bagi kami. Semoga kami bisa sedikit lebih baik, meski masih akan sulit untuk mengalahkan Mercedes,” tutupnya.(ruf/gw/fin)