Kementan Lapor Importir Bawang Putih

kementan

JAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) telah melaporkan sebanyak 33 perusahaan importir bawang putih tanpa Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH) ke Satgas Pangan. Temuan Kementan, ada sebanyak 48,7 ribu ton bawang putih yang masuk Indonesia tanpa izin. “Ada 33 perusahaan yang memasukkan bawang putih impor tanpa RIPH dengan jumlah 48.792 ton,” kata Direktur Jenderal Hortikultura Kementan, Prihasto Setyanto dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi IV DPR, Selasa (30/6) malam.

Prihasto menjelaskan bahwa impor tersebut masuk saat pemerintah melakukan relaksasi impor bawang putih dan bawang bombai pada 18 Maret-31 Mei 2020. Biasanya, impor bawang putih dan bawang bombai memerlukan RIPH dari Kementan dan Persetujuan Impor (PI) dari Kementerian Perdagangan (Kemendag).

Baca Juga: Kementan Usul Tambah Anggaran

Berdasarkan Undang-undang Nomor 13 Tahun 2010 Pasal 122, perusahaan yang mengimpor tanpa RIPH akan mendapatkan sanksi, mulai dari peringatan tertulis, denda administratif, penghentian sementara kegiatan, penarikan produk dari peredaran, pencabutan izin, hingga penutupan usaha. “Data 33 importir tidak memiliki RIPH itu kami dapatkan dari Badan Karantina. Lalu, kami laporkan kepada Satgas Pangan,” ujar Prihasto.

Baca Juga: Jamin Ketersediaan Beras, Kementan Tingkatkan Produksi Padi

Senada dikatakan Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan) Ali Jamil, bahwa produk impor yang masuk memang harus melalui Badan Karantina Pertanian, baru setelah itu menuju pabean. Ali mengatakan 33 perusahaan importir tersebut sudah diperiksa. Namun, Ali berdalih Barantan tidak bisa menghentikan importasi tersebut karena bukan wewenangnya. “Barantan hanya menyerahkan data temuan kepada Ditjen Hortikultura. Sesuai dengan undang-undang, kami memeriksa dokumen kesehatan dari barang atau media pembawa yang masuk, Impor yang masuk di luar itu, tentu kami catat,” kata Ali.(dal/fin).