Kemendikbud Diminta Segera Menyederhanakan Kurikulum

belajar tatap muka
Komisioner KPAI bidang pendidikan, Retno Listyarti. (Ist)

JAKARTA – Di masa pandemi covid-19, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mendesak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk segera menyederhanakan kurikulum di semua jenjang pendidikan.

Komisioner KPAI bidang pendidikan, Retno Listyarti mengatakan, bahwa penyederhanaan kurikulum darurat dinilai sangat penting di tengah menghadapi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) pada tahun ajaran baru 2020/2021.

Pasalnya, tahun ajaran baru di tengah pandemi virus korona (covid-19) sudah berjalan dua pekan. Namun, pelaksanaan PJJ di lapangan dinilai belum juga efektif memasuki tahun ajaran baru 2020/2021.

“Sekolah masih menyusun daftar mata pelajaran seperti sebelum pandemi. Anak kelas 1 SD masih dijadwalkan belajar dari jam 07.30 sampai 12.00,” kata Retno di Jakarta, Selasa (28/7).

Retno menjelaskan, sejauh ini mekanisme belajar masih merujuk kurikulum 2013, yang belum ada penyederhanaan. Belum ada pengurangan Kompetensi Dasar (KD) dan materi esensial, sehingga pola PJJ fase satu yang dinilai banyak masalah, kembali terulang.

“Beban guru, siswa dan orang tua sebagai pendamping anak belajar belum dikurangi,” ujarnya.

Retno menegaskan, kurikulum 2013 harus segera disederhanakan dan disesuaikan dengan situasi pandemi. Harapannya, ada kurikulum adaptif dengan kompetensi dasar yang sudah dikurangi.

“Kemendikbud harus memilah dan memilih materi yang esensial dan dapat dilaksanakan anak ketika belajar di rumah,” kata Retno.(der/fin)