Kejagung Desak ICW Buktikan Tudingannya

kejagung
Polda Metro Jaya memeriksa 16 orang saksi guna mendalami penyebab kebakaran yang menghanguskan gedung Kejaksaan Agung RI, jalan Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan. (Istimewa)

JAKARTA – Kecurigaan yang terang-terangan dilontarkan Indonesia Corruption Watch (ICW) terkait kebakaraan gedung Kejaksaan Agung (Kejagung), membuat telinga petinggi korps Adhyaksa panas. Terlebih tudingan kebakaran itu memunculkan kesan ada upaya gelap menghilangkan barang bukti sejumlah kasus tindak pidana korupsi.

Spekulasi yang dilontarkan ICW, dinilai tidak pas. Setelah Kejagung memastikan data dan dokumen aman. Bahkan Kejagung pun mempersilahan Bareskrim mendalami peristiwa yang terjadi di Gedung Utama Kejaksaan Agung Sabtu (22/8) malam sekitar pukul 19.10 WIB.

”Statmen ICW harus ada dasarnya. Gedung itu tidak menyimpan berkas perkara. Dan 100 persen aman. Curiga boleh saja ya, tapi harus ada dasarnya. Yang ngomong itu tahu tidak tentang gedung ini? curiga kalau tidak didukung bukti, maaf, bisa fitnah,” tandas Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Hari Setiyono kepada wartawan, Senin (24/8).

Baca Juga : Kebakaran Kejaksaan Agung, 16 Saksi Diperiksa

Secara tegas Hari Setiyono mendesak ICW untuk membuktikan tudingan itu. Pasalnya, dikhawatirkan tudingan itu akan berubah menjadi fitnah. ”Kami sampaikan, bahwa semua berkas perkara memiliki salinan cadangan. Ada back up data, aman. Terekam dalam record center. Itu termasuk arsip. Silahkan ICW buktikan tudingannya ya!” timpalnya.

Pihaknya pun memastikan tidak ada data yang terbakar meski salah satu lantai yang terbakar ada yang ditempati bidang Intelijen. ”Termasuk itu juga, ada back up Intelijen tidak ada di tempat itu, Direktur E itu administrasi intelijen yang ada di Gedung Utama dan di Ceger. Mereka sudah memiliki beberapa planning dan back up apabila terjadi sesuatu,” beber Hari.

Pernyataan Hari ini dipicu oleh pernyataan ICW yang meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar ikut menyelidiki penyebab kebakaran Gedung Utama Kejaksaan Agung.

ICW curiga ada oknum yang sengaja menghilangkan barang bukti terkait kasus yang sedang ditangani Kejagung saat ini, salah satunya kasus jaksa Pinangki Sirna Malasari.

”Setidaknya hal ini untuk membuktikan, apakah kejadian tersebut murni karena kelalaian atau memang direncanakan oleh oknum tertentu. Bukan tidak mungkin ada pihak-pihak yang merencanakan untuk menghilangkan barang bukti yang tersimpan di gedung tersebut,” terang Peneliti ICW, Kurnia Ramadhana.(tim/fin/ful)