Kebakaran Gedung Kejagung, Seorang Cleaning Service Dicurigai

kejaksaan agung
Gedung Kejaksaan Agung Pasca Kebakaran (wikipedia)

JAKARTA – Seorang cleaning service atau petugas kebersihan dicurigai ada keterkaitan dengan kebakaran Gedung Utama Kejaksaan Agung (Kejagung). Sementara Bareskrim Polri mendatangkan 6 ahli untuk membantu mengungkap kasus tersebut.

Anggota Komisi III DPR Arteria Dahlan mencurigai ada seorang cleaning service yang memiliki keterkaitan dengan kasus kebakaran Gedung utama Kejagung. Cleaning service tersebut tengah menjalani pemeriksaan Bareskrim Polri.

Info yang diperolehnya, cleaning servive tersebut selalu didampingi anak buah mantan Jaksa Agung Muda (JAM) setiap pemeriksaan. Bahkan diduga memiliki rekening di atas seratus juta.

“Apa benar dicek juga rekening uangnya di atas seratus juta tuh cleaning service? Apa benar kalau dia diperiksa didampingi anak buahnya mantan JAM?,” ujarnya saat rapat kerja dengan Jaksa Agung ST Burhanuddin di Komisi III DPR, Kamis (24/9).

Dikatakannya, cleaning service tersebut bekerja di lantai bawah. Namun, anehnya dia memiliki akses sampai ke lantai 6 gedung Kejagung. Berdasarkan hasil penyelidikan polisi, lantai 6 merupakan titik awal munculnya api.

“Kok bisa kerja di lantai bawah, bisa sampai ke lantai enam? Ditengarai dia itu bukan hanya cleaning service bisa berbuat sesuatu,” ujar politisi PDI Perjuangan ini.

Arteria meminta Jaksa Agung untuk mencurigai cleaning service ini. Agar tidak ada upaya memanipulasi keterangan. Yang terbaru, kini cleaning service tersebut mencukur rambutnya hingga plontos. Dicurigai agar menyulitkan untuk pemeriksaan DNA.

“Apa benar Pak (Jaksa Agung) ada penampilan baru yang bersangkutan dibotakin. Kalau dibotakin hati-hati Pak sulit kalau mau cek DNA rambutnya sudah plontos,” ucapnya.

Dia pun memperingatkan Jaksa Agung supaya tidak mudah percaya orang terkait proses hukum kebakaran tersebut. Dia juga mendorong penyidikan ini hingga diungkap siapa aktor intelektualnya.

“Kami juga minta harus diusut siapa yang melakukan, siapa yang membantu melakukan, siapa aktor intelektual, apa karena kesengajaan atau kelalaian atau apa ini agar tidak terlalu lama spekulasi kejaksaan atau apa,” katanya.(gw/fin)