Jutaan Pelanggan Alami Kenaikan, Pemerintah Tegur PLN

JAKARTA – Masalah yang bersinggungan dengan PLN tak pernah surut. Selalu saja memicu riuh publik. Terakhir di jagat mesos yang mempersoalkan naiknya tarif. Kondisi ini pun mematik reaksi Pemerintah, dengan cara menegur PT PLN (Pesero) yang secara jelas meminta polemik yang ada untuk dijawab dan dituntaskan. Meskipun, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebenarnya juga sudah mengklarifikasi bahwa tidak ada kenaikan tarif listrik.

Pemerintah berharap aduan-aduan yang muncul tentang kenaikan tarif listrik harus segera diselesaikan. Ini sejalan dengan dengan pernyataan Direktur Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Hendra Iswahyudi.

”Pemerintah meminta penyelesaian pengaduan tersebut agar diselesaikan oleh PLN dengan melibatkan Yayasan Konsumen Listrik Indonesia (YLKI) dan Ombudsman RI,” terang Hendra Iswahyudi dalam keterangan tertulis, Rabu (10/6). Pernyataan ini sebagai upaya meluruskan adanya kesimpangsiuran tentang tarif tenaga listrik yang tidak mengalami kenaikan dari tahun 2017 hingga September 2020 nanti.

Kementerian ESDM, memastikan bahwa tarif tenaga listrik per 1 Juli hingga 30 September 2020 tidak mengalami kenaikan atau sama dengan besaran tarif tenaga listrik yang berlaku sejak tahun 2017.

”Untuk itu, PLN diminta dapat membantu menjelaskan kepada masyarakat bahwa tarif listrik tetap dan tidak ada subsidi silang dari pelanggan mampu kepada pelanggan tidak mampu seperti isu yang beredar,” tegasnya.

”Bantuan stimulus keringanan tagihan listrik untuk masyarakat tidak mampu diambil dari APBN, tidak ada subsidi silang dari pelanggan mampu kepada pelanggan tidak mampu,” timpal Hendra Iswahyudi.

Dijelaskannya pula, bahwa kenaikan tagihan listrik bulan Juni 2020 secara umum diakibatkan penumpukan kWh akibat tagihan bulan April 2020 yang menggunakan pemakaian tenaga listrik setara rata-rata 3 bulan akibat pandemi Covid-19. ”Selain itu pemakaian listrik yang meningkat karena aktivitas di rumah saja juga berpengaruh pada kenaikan tagihan listrik,” imbuhnya.(fin/ful)